Siang itu, suara mesin mobil asing yang berhenti di depan pagar membuat Almira mengernyit. Ia tidak sedang menunggu kiriman kain. Namun, saat ia melangkah ke teras dan melihat siapa yang turun dari mobil, sekujur tubuhnya mendadak kaku.Bisa dibilang sial. Sebab mereka datang di saat Pak Hendra dan Mama Sofia tidak berada di rumah. seolah keduanya memang sengaja datang menunggu waktu yang tepat. Bu Ratna turun dari mobilnya, tampak lebih kurus dan menua dari terakhir kali mereka bertemu. Dan tepat di belakangnya, berdiri Reza. Pria itu mengenakan kaus biasa, dengan sorot mata yang sulit diartikan—campuran antara rasa bersalah, dendam, dan ego yang terluka.Almira berdiri tegak di ambang pintu, tangannya mencengkeram kusen kayu hingga buku-buku jarinya memutih. Jika hanya ada Reza, ia pasti sudah mengunci pintu tanpa ragu. Namun, melihat Bu Ratna yang menatapnya dengan pandangan memohon, pertahanan Almira goyah.“Assalamu’alaikum, Almira...” sapa Bu Ratna. Suaranya serak oleh emos
Last Updated : 2026-04-30 Read more