“Ustadz, suami saya impoten. Apa saya boleh mengajukan cerai karena permasalahan tersebut?”***Masjid Al-Ikhlas mulai lengang seiring berakhirnya kajian siang itu. Namun di salah satu pilar besar, Almira masih terpaku, dengan mata yang terus menatap ke arah pintu sayap kanan masjid bertuliskan “Bimbingan & Konsultasi Syariah”.“Mir, ayoo!! Namamu udah dipanggil petugas dari tadi,” ajak Selina sambil menyentuh bahu Almira.Padahal tadi Almira begitu bersemangat untuk mengkonsultasikan hal ini. Tapi kini dia justru mendadak ragu lagi, seperti sebelum-sebelumnya yang dia lakukan. Maju mundur.“Duh, gimana ya, Sel? Apa nggak jadi aja ya? Pulang aja yuk!”“Tuh, kan, gini lagi. Kita sudah sampai di sini, lho, Mir. Tinggal selangkah lagi supaya semua ini jadi jelas. Biar kamu tau, apa keputusan yang harus kamu ambil selanjutnya,” balas Selina tak sabaran.“Apa nggak apa-apa?” Air mata Almira mulai menggenang di pelupuknya. “Ini... ini aib suamiku. Mas Reza itu lelaki baik, dia menjaga kehor
최신 업데이트 : 2026-02-06 더 보기