Kamar itu hening, hanya terdengar deru halus AC. Dalam pelukan Reza, Almira berpura-pura memejamkan mata, mengatur napasnya agar terdengar seirama dengan detak jantung suaminya. Ia bisa merasakan dagu Reza bersandar di puncak kepalanya, tangan pria itu mengusap lengannya dengan ritme yang menenangkan.Jika orang lain melihat, mereka adalah potret keluarga sempurna. Namun bagi Almira, setiap usapan tangan Reza terasa seperti lapisan rahasia yang baru.“Sudah tidur, Al?” bisik Reza sangat pelan.Almira tidak menyahut. Ia tetap bergeming.Perlahan, Reza melepaskan pelukannya dengan gerakan yang sangat hati-hati, seolah takut memecahkan porselen mahal. Ia bangkit dari ranjang, mengambil ponselnya dari nakas, dan melangkah keluar kamar. Suara pintu yang tertutup rapat menjadi sinyal bagi Almira untuk membuka mata.Almira terduduk, rasa mual di perutnya kembali bergejolak, tapi rasa ingin tahunya jauh lebih menyiksa. Ia bangkit, melangkah tanpa alas kaki menuju pintu. Di balik daun pintu ya
Last Updated : 2026-03-10 Read more