Dingin lantai rumah sakit itu menjadi pengingat paling nyata bahwa Almira masih bernapas, hingga detik ini. Tiga hari pasca-operasi besar, nyeri di perutnya masih terasa seperti sayatan yang ditarik setiap kali ia bergerak. Namun, ia menolak untuk terus terbaring. Dengan bantuan tiang infus, ia menyeret langkahnya menuju ruang NICU. Di balik kaca besar itu, dunia seolah berhenti. Almira menatap dua tubuh mungil yang dikelilingi oleh kecanggihan mesin yang terasa asing sekaligus menakutkan. Di dalam sana, putri pertamanya, Ardina Az-Zahra, tampak tertidur dengan kabel-kabel monitor yang menempel di dada mungilnya yang naik-turun tidak stabil. Di sebelahnya, sang adik, Arkana Az-Zuhra, berjuang lebih keras dengan bantuan ventilator yang memompa oksigen ke paru-parunya yang belum matang. Mama Sofia berdiri di sampingnya, matanya sembab, tetapi tangannya tetap kokoh menopang punggung Almira. Sementara itu, Ibu Ratna duduk lesu di kursi tunggu koridor. Wajah wanita itu tampak
Zuletzt aktualisiert : 2026-04-08 Mehr lesen