Home / Mafia / PEREMPUAN MILIK MORETTI / Sudah Masuk Sebelum Disadari

Share

Sudah Masuk Sebelum Disadari

last update publish date: 2026-04-06 16:39:32

Pintu terbuka.

Tidak keras.

Cukup untuk memutus sesuatu yang belum sempat kembali ke tempatnya.

Adriano masuk tanpa tergesa.

Langkahnya tetap—terukur, stabil.

Seolah jeda di ruangan ini tidak pernah ada.

Seorang staf berhenti di ambang.

Tidak masuk.

Julian tidak langsung menoleh.

Tatapannya masih di meja—pada sesuatu yang tak lagi terlihat, tapi belum benar-benar hilang.

“Potongan itu,” katanya akhirnya, tenang,

“tidak berasal dari ruang ini.”

Sunyi tidak berubah.

Adri
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Ketika Kebenaran Tidak Membebaskan

    “Kenapa kau meninggalkanku di panti asuhan?” Jemari Elena masih mencengkeram lengan Julian. Elias terbaring di tanah. Satu tangannya menekan luka di sisi tubuh. Darah merembes di sela jemarinya dan jatuh ke batu yang basah. Tatapannya berhenti pada wajah Elena. Ia tidak segera menjawab. Adriano menurunkan pistol beberapa senti. “Jawab.” Elias menarik napas pendek. “Karena aku punya seorang anak perempuan.” Tatapan Adriano berubah. “Anak?” Elias mengangguk. “Usianya tidak jauh darimu malam itu.” Elena mengerutkan kening. “Kau tidak pernah menceritakannya.” “Aku memang tidak pernah.” Elias menatap tangannya sendiri yang mulai berlumur darah. “Aku menyembunyikannya dari semua orang.” “Kenapa?” “Pekerjaanku.” Hanya itu. Elena menunggu. Elias mengangkat wajah. “Dunia tempatku bekerja selalu mencari sesuatu yang bisa dipakai untuk menjatuhkan seseorang.” Tatapannya kembali kepada Elena. “Aku tidak akan memberikan mereka anakku.” Angin malam bergerak melewati halama

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Anak yang Tidak Pernah Mati

    “Sekarang katakan padaku siapa sebenarnya Elena.” Pistol Adriano tetap terangkat. Elias duduk di tanah, satu tangan menekan sisi tubuhnya. Darah merembes di sela jarinya. Tidak ada penjaga yang bergerak. Julian masih memeluk Elena dari samping. Jemari perempuan itu mencengkeram kain kemejanya. Elias menatap Adriano. Tidak menjawab. “Jawab.” Suara Adriano tidak keras. Itu membuat laras pistol di tangannya terasa lebih berat. Elias menarik napas. “Perempuan itu…” Ia berhenti. “Adalah anak yang kau temukan di tempat asalnya.” Adriano menyipitkan mata. “Tempat asalnya.” Elias diam. “Jawabanmu selalu berlandaskan perintah.” Adriano melangkah turun dari anak tangga. “Dua puluh delapan tahun lalu kau bilang sudah membereskan Alessandra.” Tatapan Elias turun. “Kau bilang mayat Silvia dibuang ke laut.” Satu langkah lagi. “Kau juga bilang anak itu sudah dibereskan.” Adriano mengangkat pistol sedikit. “Bagaimana?” Elias tidak menjawab. “Menembaknya?” Hanya suara angin

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Ketika Laras Itu Berubah Arah

    Halaman belakang mansion membentang jauh di bawah cahaya lampu taman. Julian berjalan di depan. Tangannya tidak lepas dari tangan Elena. Mereka menerobos semak yang tumbuh di sepanjang dinding belakang. Ujung mantel Elena tersangkut ranting. Julian menariknya bebas tanpa berhenti. Kaki Elena menyentuh tanah tanpa sepatu. Setiap pijakan membuat luka di betisnya berdenyut. Ia menoleh. Dari arah mansion, gonggongan anjing masih terdengar dari balik kandang. Keras. Tidak putus. Julian mempererat genggamannya. “Jangan menoleh ke belakang.” Elena memandang punggungnya. “Kau yakin kita bisa keluar dari sini?” “Mobilku tidak jauh.” Ia menunjuk ke arah pepohonan di depan. “Sedikit lagi.” Elena memaksakan langkah. Tanah basah bergeser di bawah telapak kakinya. Sebuah akar mencuat dari permukaan. Ujung kakinya mengenainya. Bruk. Tubuh Elena jatuh ke samping. Julian langsung berbalik. “Elena.” Ia berjongkok. “Kau tidak

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Jalan Keluar yang Tidak Seharusnya Ada

    “Siapa di luar?” Jemari pria itu meninggalkan gagang pintu. Satu langkah mundur. Pintu di sebelahnya tidak terkunci. Ia menyelinap masuk. Gelap. Daun pintu ditarik kembali hingga menyisakan celah tipis. Ia bergerak ke sisi lemari, merapatkan tubuh ke dinding yang berdekatan dengan jendela. Gagang pintu kamar Elena berputar. Klik. Pintu terbuka. Cahaya dari kamar tumpah ke koridor. Adriano keluar. Tatapannya langsung menyapu sepanjang lorong. Kosong. Matanya turun ke lantai. Naik lagi. Di ujung koridor, sebuah sosok melintas. Jas hitam. Sisi rambut yang memutih. Elias. Adriano menyipitkan mata. Sosok itu sudah menghilang di balik tikungan. Tatapannya masih tertahan di sana. Beberapa hari terakhir, terlalu banyak hal yang tidak dikatakan Elias. Dari dalam kamar terdengar suara Elena. “Ada apa?” Adriano menoleh. Ia masuk kembali. “Tidak ada.” Elena sudah mengangkat tubuh sedikit dari bantal. Tatapannya berpindah ke pintu. “Kau

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Rumah yang Tidak Lagi Mengenalinya

    Pintu terbuka selebar satu telapak tangan. Pria itu menunggu. Tidak ada suara dari dalam. Ia mendorongnya sedikit lebih jauh, cukup untuk menyelipkan tubuh. Telapak tangannya menahan daun pintu sampai kaitnya kembali pada tempatnya. Koridor belakang mansion gelap. Beberapa lampu dinding menyala dengan jarak berjauhan. Cahaya dari luar jatuh melalui jendela tinggi, memanjang di atas lantai marmer. Ia tidak langsung berjalan. Matanya menyusuri koridor. Di ujung terdapat persimpangan. Kanan menuju dapur. Kiri menuju bagian utama rumah. Ia memilih kiri. Langkahnya teratur. Bukan terburu-buru. Tidak juga terlalu lambat. Dari lantai bawah terdengar bunyi porselen. Ia berhenti. Suara percakapan muncul dari arah ruang staf, kemudian menghilang. Ia kembali bergerak. Seragam penjaga yang dikenakannya sedikit kebesaran di bahu. Topi ditarik rendah. Senter berada di tangan kiri, tetap mati. Seorang penjaga muncul dari persimpangan. Pria itu menundukkan kepala. Penjaga tersebu

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Sebelum Pintu Itu Terbuka

    Elias tidak segera menjawab. Jari-jarinya masih berada di atas kotak kayu tempat ia menyimpan catatan inventaris. Pandangannya turun pada klip merah di tangan Adriano. Ada goresan kecil di bagian dalamnya. “Mungkin hanya kebetulan, Signore.” Adriano mengangkat klip itu sedikit. “Benda ini hanya dibuat satu.” Elias mengembuskan napas pendek. “Banyak benda berpindah tangan.” “Ini bukan artefak.” “Saya tahu.” Adriano tidak berkedip. Elias mengambil sebuah map dari meja. Membukanya. Menutupnya kembali. “Barang kecil seperti itu bisa hilang bertahun-tahun. Ditemukan seseorang. Disimpan. Dijual. Diberikan kepada orang lain.” Adriano menatapnya. “Termasuk anak kecil?” Elias mengangkat wajah. “Termasuk apa pun.” Suara roda troli terdengar d

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Tidak Ada Tempat Aman di Meja Moretti

    Canapé reception kembali penuh suara saat Elena belum juga muncul di sisi Adriano. Percakapan bergerak dari satu kelompok ke kelompok lain tanpa benar-benar putus. Nama kolektor disebut pendek. Jalur restorasi dibahas sambil lalu. Gelas-gelas tipis beradu pelan di bawah cahaya gantung yang mema

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Yang Tidak Seharusnya Ada

    Pintu kamar mandi masih tertutup. Air mengalir tipis di baliknya—stabil, teratur. Elena berdiri di sisi ranjang, tidak duduk, tidak bergerak sepenuhnya. Ponsel di tangannya. Layar menyala. Singkat. Satu baris muncul—lalu hilang sebelum sempat dibaca utuh. Jarinya naik. Berhenti di atas kaca.

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Jika Dia Titik Lemahmu

    Ruang kerja Valerius Moretti selalu terasa lebih dingin dari ruangan lain di rumah itu. Bukan karena udara. Karena cara pria tua itu mengatur ruang. Segalanya teratur. Terukur. Tanpa sesuatu yang tidak memiliki fungsi. Rak buku berdiri rapi di sepanjang dinding. Meja kayu besar berada d

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Tanpa Jalan Keluar

    Adriano sudah berjalan di depan. Ia tidak menunggu. Langkahnya panjang dan terukur, seolah rumah itu telah menghafal ritmenya. Sepatu kulitnya nyaris tak bersuara di atas lantai marmer, namun setiap tapak terasa seperti penanda wilayah. Elena ragu sepersekian detik. Lalu ia menyusul.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status