MasukTerima kasih atas dukungan dan hadiah yang diberikan. Semoga karya ini bisa menjadi popular walaupun kurang panas. hahahaha
Barron benar-benar datang ke rumah utama keluarga Jack dan semua orang telah menunggu pria itu. Mereka tidak sabar ingin tahu wanita mana yang beruntung menjadi pasangan putra bungsu dari pria paling berkuasa di Amerika.“Di mana Sean dan Aisyah?” tanya Jack memperhatikan semua orang yang telah duduk di kuris masing-masing. Dia tidak melihat cucu kesayangannya dan sang istri.“Tuan Sean dan Nyonya muda sudah pergi setelah sarapan bahkan matahari baru terbit,” jawab kepala pelayan yang mengatur semua urusan rumah utama.“Kemana?” tanya Jack.“Tuan muda tidak memberitahu kami, Tuan. Elio ikut serta dengan mobil lain,” jawab kepala pelayan.“Aku akan menghubungi Sean.” James mengeluarkan ponsel dari saku jasnya.“Tidak perlu. Sean tidak akan peduli dengan kehadiran Barron. Dia juga tidak memiliki saudari kandung yang mungkin akan dipilih,” ucap Jack.“Baiklah.” James menyimpan kembali ponselnya.“Tidak aka nada orang yang mampu mengganggu kesenangan Sean,” gumam James.Semua gadis muda da
Setelah sarapan Sean dan Aisyah meninggalkan kastil. Lokasi keluarga yang masih sepi karena semua orang masih terlelap di dalam tidur yang indah. Mereka berdua pergi ke padang rumput di mana terdapat peternakan kuda serta tempat Latihan.“Kita sampai, Sayang.” Sean mengendarai sendiri mobil. Dia berdua saja dengan Aisyah.“Cantik.” Aisyah melihat pemandangan yang hijau. Kuda tampak bebas tanpa ada tali pelana.“Ayo kita berkuda,” ajak Sean.“Ya.” Aisyah dan Sean bergandengan menuju kandang kuda.“Ini kuda milikku, Sayang. Black.” Sean mencium kuda hitam tinggi dan tampak dingin.“Tuan muda.” Pengurus kuda berlari mendekati Sean dan membungkuk.“Kapan Anda kembali?” tanya pria itu.“Kemarin,” jawab Sean.“Tuan ….” Pria itu melihat pada Aisyah.“Dia istriku. Aisyah. Satu-satunya wanita yang aku cintai di dunia ini.” Sean merangkul Aisyah dan tersenyum.“Nyonya muda.” Pria itu memberi hormat pada Aisyah. Dia benar-benar terkejut melihat wanita yang berbeda dan menjadi istri Sean.“Pilihl
Jack kembali ke aula pesta. Dia meminta semua orang berpindah ke ruang pertemuan untuk membicarakan permintaan Barron.“Ada apa ini? Malam sudah sangat larut dan kita masih harus berkumpul di ruang pertemuan?” tanya beberapa orang yang heran. Mereka sudah lelah dan mengantuk. Siang yang sibuk dan hanya butuh istirahat di malam hari.Semua anggota keluarga dari muda hingga tua telah duduk di kursi mereka masing-masing. Mereka menunggu berita penting yang ingin disampaikan oleh Jack sehingga tidak bisa menunggu lagi esok hari.“Berita apa yang akan disampaikan oleh kakek Jack?” Mereka bertanya-tanya dan sudah tidak sabar.“Di mana Sean dan istrinya?” tanya kakek Jack memperhatikan ruangan dan tidak melihat cucu kandungnya.“Istri Sean tidak bisa bertahan di aula pesta. Mereka sudah kembali,” jawab seorang pria.“James, hubungi Sean!” perintah Jack dan James segera mengeluarkan ponselnya.“Sean, kita semua berkumpul di ruangan rapat keluarga,” ucap James langsung.“Aisyah sudah tidur. Aku
Sean benar-benar ingin membawa Aisyah meninggalkan aula pesta, tetapi dia dihalangi nenek Heta. Pria itu harus menghentikan kembali langkah kakinya. “Sean, Aisyah tidak bisa terus berada di sisi kamu,” ucap nenek Heta melihat pada Sean.“Kenapa tidak? Kami akan terus bersama dalam situasi dan kondisi apa pun,” tegas Sean merangkul Aisyah menempel pada dirinya.“Sean. Lihatlah! Istrimu tidak pantas berada di dunia kita.” Nenek Heta membentangkan tangan untuk menyadarkan Sean bahwa semua wanita di ruangan itu mengenakan gaun cantik dan seksi sedangkan Aisyah dengan pakaian tertutup rapat bahkan wajahnya pun tidak terlihat.“Istriku istimewa. Dia memang tidak pantas berada di sini karena Aisyah terlalu mulia untuk bisa bersama manusia rendahan.” Sean tersenyum.“Apa, Sean!” Nenek Heta melotot.“Aisyah akan tetap menjadi istri utama kamu, Sean. Kamu hanya perlu menambahkan istri pendamping,” ucap nenek Heta tersenyum.“Tidak akan pernah ada wanita lain di sisiku,” tegas Sean menatap tajam
Semua mata melihat pada layar. Mereka menyadari bahwa Aisyah adalah ahli medis dan seorang dokter bedah terkenal dari keluarg Kairo. Mereka memiliki perusahaan teknologi di di bidang kesehatan. Menciptakan perlengkapan kedokteran dan memiliki teknik hebat di ruangan bedah. “Dia dokter Aisyah.” Mata yang tadi fokus ke layar kini berpindah ke Aisyah.“Kita tidak bisa meremehkannya. Pantas saja Sean rela memeluk agama Islam agar bisa menikahi dokter Aisyah.” Orang-orang yang awalnya menganggap Aisyah aneh dan rendah dari mereka tidak menyangka bahwa istri Sean adalah seorang yang cukup terkenal dan dicari.“Kemari, Sayang.” Sean menggandeng tangan Aisyah dan naik ke podium. Pria itu terlihat jelas pada istrinya. Dia tidak ragu dan khawatir lagi akan pandangan orang. “Selamat malam semuanya.” Aisyah memperkenalkan diri di depan semua orang.“Dia pasti cantik,” ucap seorang pria.“Itu sudah jelas. Apa kamu tidak mengenal Leana? Model sekaligus perancang busana.” Para pria.“Benar. Mereka
Aula utama telah ramai oleh semua anggota keluarga mafia. Mereka sudah tidak sabar ingin bertemu dengan istri Sean. Wanita yang rela ditunggu hingga sepuluh tahun lamanya.“Apa Sean benar-benar sudah tiba di Amerika?” tanya seorang wanita paruh baya.“Tentu saja. Dia tidak akan bisa membantah permintaan Madam Heta.” Para wanita bergaya elit itu berbicara dengan angkuhnya.“Sean benar-benar setia. Tidak ada seorang wanita pun berani mendekatinya,” ucap seorang wanita.“Mereka tidak memiliki kesempatan untuk mendekat. Sean selalu dilindungi pengawal dan penjaga yang ketat sehingga tidak seorang pun bisa masuk ke dalam lingkarannya,” sambung yang lain.“Aku benar-benar penasaran dengan istri Sean. Apa dia sangat cantik?” tanya seorang wanita muda pada dirinya sendiri.Ruangan mewah tampak ramai, tetapi tetap elegan. Mereka adalah keluarga elit yang tahu aturan dalam permainan. Aula pesta berkilau dengan kemewahan yang nyaris tak tertandingi. Langit-langitnya menjulang tinggi, dihiasi lamp
Pagi hari semua anggota keluarga sarapan bersama. Jack dan James bersiap untuk pergi keliling dunia untuk mengawasi bisnis. Rumah besar itu tampak sepi dan tenang. Maria berjalan menuju ruang makan. Dia melihat semua orang sudah duduk di kursi masing-masing.“Selamat pagi,” salam Maria dengan ramah.
Maria melambaikan tangan kepada keluarganya yang sudah meninggalkan kastil mewah keluarga Jack. Dia sendirian di depan pintu. Jack dan James pun telah menghilang. “Sepi sekali.” Maria melihat sekeliling.“Nona Maria. Saya akan mengantarkan Anda ke kamar Tuan Sean.” Seorang wanita tua menghampiri Ma
Noah benar-benar tidak peduli dengan acara pertukaran cincin antara Maria dan Sean. Dia duduk dan menonton video seorang wanita berhijab lengkap dengan cadar. Sang hijaber berkuda dan memanah dengan angka sempurna serta bermain pedang hingga menjadi pemenang.“Siapa wanita ini?” Noah yang memiliki b
Hari pertunangan tiba di dua negara berbeda. Khaled dan Aisyah di Kairo. Sean dan Maria di Italia.Jack mengambil acara keluarga yang tidak diketahui orang lain. Begitu tertutup dan rahasia dengan alasan keselamatan. Berbeda dengan keluarga Sawiris yang terbuka untuk umum. Mereka mengundang para pet







