Share

Bab 69 Jebakan

last update publish date: 2026-04-06 21:09:37
Sean tidak pulang. Dia memeriksa semua gudang yang diserang. Pria itu bahkan masih sempat baku hantam dengan para penyerang.

“Tuan, Anda tunggu di mobil. Kami akan menyelesaikan ini,” ucap Elio.

“Aku tidak bisa diam saja.” Sean mengeluarkan dua senjata yang biasa digunakannya dalam pertarungan jarak jauh.

“Sean, aku sengaja menyerang lokasi ini yang terakhir agar bisa berhadapan langsung dengan kamu.” Vito melihat Sean dari atas puncak menara tua.

“Kamu terlalu banyak musuh sehingga wanita pun
Fit Tree Fitri

Terima kasih atas dukungan dan hadiahnya. Semoga suka.

| 13
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (6)
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Semoga suka
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Terima kasih ...
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Aman tak yaa???
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 75 Berta dan Bianca

    Maria mendapatkan gaun putih yang cantik. Dia merapikan diri di depan cermin.“Kamu sekretaris Vito.” Maria melihat pantulan bayangan Monica dari cemin. “Ya. Tuan Vito mau saya menjaga Anda,” ucap Monica.“Berapa lama kamu bekerja?” Maria memutar tubuh menghadap Monica.“Baru satu minggu,” jawab Monica.“Apa kamu berniat merayu Vito dan naik jabatan menjadi Nyonya muda?” Maria menatap Monica.“Aku lebih tertarik memiliki uang dari usaha sendiri dan bukan mengharapkan harta para pria kaya,” tegas Monica dengan senyuman.“Untuk apa aku kuliah tinggi-tinggi dan mendapatkan beasiswa. Jika akhirnya hanya menjadi wanita yang bergantung pada pria,” lanjut Monica.“Aku terlahir di keluarga kaya. Kuliah hanya untuk mendapatkan gelar, tetapi keluargaku tidak menuntutku untuk bekerja,” balas Maria.“Jika aku mau menikah. Ada banyak pria yang mau melamarku,” lanjut Maria dengan sombongnya.“Maaf, Nona. Bukankah Anda tunangan Tuan Sean? Tetapi, pria itu menikah dengan wanita lain yang bahkan berag

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 74 Pesta

    Sean dan Aisyah tiba di ruang rahasia. Pria itu menurunkan istrinya dari gendoangan.“Tuan, Nyonya. Semua sudah siap.” Bibi menyambut kedatangan Aisyah dan Sean.“Pastikan Aisyah aman dan nyaman,” tegas Sean.“Baik, Tuan.” Bibi menunduk. Wanita itu segera berpindah ke ruangan sebelah. Dia memberikan waktu untuk Sean berdua dengan Aisyah.“Sayang, aku harap kamu betah di sini dan jangan keluar apa pun yang terjadi.” Sean memegang kedua pipi Aisyah.“Kamu harus menghubungi dan mengabariku,” ucap Aisyah.“Itu pasti, Sayang. Aku juga akan sangat merindukan kamu jika kita tidak bertemu.” Sean membuka cadar Aisyah dan mencium bibir merah istrinya cukup lama. Pria itu memejamkan mata. Menikati kenikmatan yang selalu dia rindukan setiap detiknya. Dia mendapatkan balasan dari sang kekasih halal.“Aku benar-benar tidak ingin berpisah dengan kamu, Sayang. Aku ingin kita selalu bersama di setiap waktu,” ucap Sean menatap Aisyah.“Pergilah! Aku akan menunggu kamu di sini dan tidak akan pergi kemana

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 73 Jodoh Pilihan

    Sean mengantarkan Aisyah ke kamar untuk beristirahat. Pria itu sudah membuat istrinya kelelahan sehingga sulit untuk berjalan.“Sayang, terima kasih untuk hari ini.” Sean melepaskan tubuh Aisyah di atas sofa di kamar menara kaca.“Maaf, aku terlalu kasar karena tidak bisa menahan diri.” Sean mencium dahi Aisyah. “Hm.” Aisyah mengangguk.“Aku akan bekerja.” Sean membuka cadar Aisyah dan mencium bibi istrinya dengan lembut.“Mmm. Aku benar-benar tidak bisa melepaskannnya,” gumam Sean.“Sayang, katakana kepada bibi Rose jika kamu butuh sesuatu,” ucap Sean.“Ya.” Aisyah tersenyun.“Oh God. Istriku benar-benar cantik. Untunglah dia menutupi wajahnya dengan cadar. Jika tidak, para pria akan saling membunuh untuk memilikinya.” Sean menatap wajah Aisyah sehingga membuat wanita itu cukup bingung.“Sayang, ada apa?” tanya Aisyah menyentuh pipi Sean dengan lembut.“Tidak apa, Sayang. Istirahatlah. Aku pergi sekarang.” Sean mengecup bibir Aisyah dan keluar dari kamar istrinya dengan berat hati.“

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 72 Kekuatan Sean

    Aisyah merasa benda milik Sean tidak juga kembali ke bentuk semula. Barang suaminya tetap kekar dan tegang.“Sayang, sudah pukul berapa sekarang? Aku mau mandi,” ucap Aisyah.“Sayang, sepertinya milikku masih bisa menembakan susu panas di dalam sana,” bisik Sean.“Apa?” Aisyah mendongak. “Tidak apa. Kamu diam saja. Aku yang akan berkerja. Aku sudah menyimpan susu ini sejak lama menunggu kamu, Sayang.” Sean kembali berada di atas Aisyah. “Apa? Apa bisa seperti itu?” tanya Aisyah bingung. “Sayang, kita baru selesai sepuluh menit saja. Tidak mungkin kamu bisa mengisi lagi.” Aisyah yang dokter bedah tidak terlalu memperhatikan kemampuan ejakulasi seorang pria yang bisa menembakkan cairannya lagi setelah mendapatkan waktu jeda atau periode refraktori.Pria muda dan sehat hanya membutuhkan waktu lima belas menit untuk kembali ereksi dan kandungan dari cairan putih itu tetap bepontesi membuat seorang wanita hamil, meskipun jumlahnya mungkin lebih sedikit daripada yang pertama. Secara kesel

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 71 Pagi yang Panas

    WARNING ! ADEGAN DEWASA! 21 +++++Aisyah melepaskan diri dan merapikan cadarnya. Dia sadar tidak ada siapa pun di sana, tetapi cctv selalu menyala.“Sean. Sayang, apa kamu sudah salat subuh?” tanya Aisyah.“Tentu saja. Hanya dua rakaat kan?” Sean menatap Aisyah penuh gairah. Pria itu tidak menahan diri lagi untuk mencium dan memeluk istrinya. Dia tidak peduli di mana pun mereka berada.“Syukurlah.” Aisyah tersenyum. “Sayang, bagaimana kita lanjutkan yang tertunda?” Sean menatap Aisyah. “Tidak bisa. Kita baru selesai makan. Kita salat duha berjamaah. Bagaimana?” tanya Aisyah menyentuh hidung mancung Sean. “Aku akan menurut apa pun istriku katakana.” Sean membawa Aisyah ke kamarnya.“Kenapa kemari?” tanya Aisyah.“Ini kamarku,” jawab Sean menaiki tangga dan membuka pintu dengan sidik jarinya.“Hm.” Aisyah memperhatikan kamar Sean dengan nuansa gelap. Tidak ada satu pun warna terang di dalam kamar pria itu.“Duduklah!” Sean menurunkan Aisyah di atas kasur. Pria itu membuka gorden da

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 70 Kesetiaan

    Aisyah terbangun di tengah malam mendekati dini hari. Dia mendengar deru helicopter di atap kamarnya. “Apa Sean kembali dengan helicopter.” Aisyah segera mengambil hijab dan cadar. Dia mengeser pintu balkon.Hijab dan gamis Aisyah melayang. Menara kaca yang terang terlihat jelas dari kejauhan. Dia mendongak melihat tangga tali jatuh tepat di depannya. “Kenapa Sean masuk dengan cara seperti ini? Benar-benar membuat keributan.” Aisyah mendekat dan melihat seorang pria turun cepat.“Kak Khaled.” Aisyah mundur. Dia telah menjadi istri Sean sehingga berusaha menghindari pria lain. “Aisyah ayo pulang.” Khaled mengulurkan tangannya pada Aisyah. “Tidak, Kak. Aku sudah menikah dengan Sean,” ucap Aisyah. “Apa? Bagaimana bisa? Aisyah, aku sudah menunggu sepuluh tahun untuk bisa menghalalkan kamu, tetapi Sean tiba-tiba muncul dan menggagalkan semua rencana kita.” Khaled terlihat jelas sangat kesal karena ucapan Aisyah.“Dia menculik kamu di hari pernikahan kita. Sekarang, aku akan merebut kam

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status