Yasmin yang bosan berada di istana utama berjalan-jalan, dikawal oleh Voya yang terus waspada menoleh ke kanan dan kiri. Setelah insiden panah, setiap sudut istana kini terasa seperti tempat persembunyian musuh, tapi Yasmin butuh menghirup udara segar.Ia berjalan menuju sudut paling belakang kompleks istana. Di sana, berdiri sebuah paviliun kecil yang terawat, tampak nyaman namun terisolasi, dikelilingi pagar tanaman yang tinggi, menyembunyikan siapa pun yang ada di dalamnya dari pandangan dunia.“Tuan Putri, tempat ini terlarang untuk dikunjungi tanpa izin Baginda Raja,” bisik Voya pelan, wajahnya tampak ragu.“Aku hanya ingin melihat siapa yang tinggal di sini, Voya. Kak Ohmad tidak mungkin menaruh sembarang orang di tempat sesunyi ini,” sahut Yasmin lembut.Begitu melewati gerbang, mata Yasmin menangkap sosok wanita yang sedang duduk di kursi rotan teras paviliun. Wanita itu mengenakan gaun katun longgar sederhana. Tangannya mengusap lembut perutnya yang sudah sangat membuncit, me
Read more