مشاركة

Bab 240: Unjuk Rasa

مؤلف: QueenShe
last update تاريخ النشر: 2026-05-05 20:20:58

Ohmad tidak main-main dengan ucapannya. Di setiap sudut pintu dan jendela, berdiri prajurit Pervane dengan tombak bersilang, menutup akses bagi siapa pun yang akan menemui Yasmin, khususnya Erion.

Di ruang strategi istana utama, suasana tidak kalah mencekam. Erion menghantam meja peta dengan tinjunya, membuat perkamen di atasnya bergetar hebat.

"Kau keterlaluan, Ohmad! Kau mengurung Yasmin seperti tawanan perang, bukan adik kandungmu sendiri!" bentak Erion, matanya memancarkan kilat kemarahan y
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Baginda, Tuan Putri Merayumu   Bab 244: Bayangan

    “Putra Sang Singa telah kembali!” teriak salah satu tetua desa parau, ketika melihat kuda-kuda pasukan Odissian memasuki perkampungan kecil di kaki bukit mulai terlihat menembus kabut malam.Desa itu tampak sunyi, dengan rumah-rumah kayu sederhana yang sebagian besar jendelanya tertutup rapat, penduduknya telah lama hidup dalam ketakutan akan kegelapan hutan.Erion tidak menyahut. Ia menarik tali kekang kudanya, membiarkan matanya menyapu sekeliling dengan kewaspadaan yang tidak pernah luntur.“Itu perkampungan yang hamba maksud, Baginda,” ucap Marib sambil menunjuk ke arah pemukiman yang dikelilingi pagar kayu runcing. “Penduduk di sini adalah veteran perang yang masih setia pada mendiang Baginda terdahulu.”Begitu rombongan besar semakin masuk ke area pemukiman, beberapa pria paruh baya keluar dari rumahnya, dan bersujud di atas tanah.“Hormat kami, Baginda,” seru mereka serempak.Erion tersenyum tipis, lalu melompat turun dari kuda. Tangannya menyerahkan tali kekang kudanya dapa pr

  • Baginda, Tuan Putri Merayumu   Bab 243: Tikus Odissian

    Anak panah yang tajam itu melesat menuju dada Erion. Kemampuan yang telah terasah selama dua puluh tahun di medan perang mengambil alih kendali tubuh Erion. Sambil menarik tali kekang kuda dengan satu tangan untuk menyeimbangkan posisi, tangan kanannya mencabut pedang dari sarungnya secepat kilat.Trang! Logam beradu logam. Mata pedang Erion menepis anak panah itu hingga terpental ke tanah.“Baginda!” teriak Marib menggelegar di antara ringkikan kuda yang panik. “Bentuk barisan! Lindungi Baginda!”.“Jangan khawatirkan aku, Marib! Jaga barisanmu dan pastikan tidak ada celah bagi mereka!” perintah Erion, sementara matanya yang tajam menyapu rimbunnya pepohonan di sisi jalan, mencari titik pergerakan lawan.Dari balik semak-semak dan pepohonan besar, puluhan pria berpakaian lusuh dan bersenjata lengkap melompat keluar. Mereka tidak datang dari satu arah, melainkan mengepung seribu prajurit Odissian itu dari berbagai sisi jalan yang sempit.“Ternyata dugaanmu benar, Marib. Hutan ini meman

  • Baginda, Tuan Putri Merayumu   Bab 242: Tertinggal

    “Baginda, kita harus beristirahat sejenak,” lapor Marib, yang memacu kudanya sedikit lebih dekat ke sisi Erion.Wajah sang panglima tampak muram, kelelahan. “Kita sudah menempuh sepertiga perjalanan tanpa henti. Kuda-kuda mulai letih, dan beberapa mil di depan adalah area rawan yang sering menjadi sarang perampok. Hamba sarankan kita berhenti sejenak untuk memulihkan tenaga pasukan.”Erion bahkan tidak menoleh. Rahangnya mengeras. “Tidak ada istirahat, Marib. Kita tetap berjalan.”“Tapi kuda-kuda ini—”“Berikan mereka air saat berjalan,” potong Erion tajam. “Jangan berdebat, Marib.”“Tapi Baginda, risiko penyergapan di hutan itu sangat tinggi jika kita masuk dalam keadaan lelah.” Marib masih mencoba memberi argumen logis.“Kita akan beristirahat di perkampungan perbatasan,” sahut Erion tegas, tidak terbantah. “Di sana lebih aman dengan penduduk yang setia pada panji Odissian. Tenang saja, aku tidak akan membiarkan pasukan kita menjadi sasaran empuk para perampok. Terus maju!”Marib la

  • Baginda, Tuan Putri Merayumu   Bab 241: Hampa

    "Erion," bisik Yasmin, suaranya bergetar karena terkejut saat melihat sosok pria itu melangkah masuk ke dalam paviliunnya. "Ada apa? Kenapa kau kemari di jam seperti ini?"Di dalam ruangan, suasana terasa mencekam dan kaku. Para dayang tertunduk di sudut, sementara dua prajurit Pervane berdiri tegak dengan tangan di atas hulu pedang. Mereka adalah mata dan telinga Ohmad, memastikan tidak ada satu inci pun kontak fisik yang melanggar titah sang raja.Erion berhenti tepat dua langkah di depan Yasmin. Ia menjaga jarak, meski matanya menatap Yasmin dengan sorot yang mampu membakar keduanya. "Aku harus pergi, Yasmin. Fajar ini juga."Yasmin tersentak. Jemarinya meremas kain gaun tidurnya. "Pergi kemana? Apa Jetmir dan Raja Galee sudah mulai bergerak di perbatasan?""Bukan Jetmir yang menyerang secara langsung, melainkan kekacauan di rumahku sendiri," jawab Erion pelan tapi mengandung kemarahan di dalamnya. "Odissian sedang terbakar dari dalam. Pencurian, penjarahan, dan unjuk rasa besar-be

  • Baginda, Tuan Putri Merayumu   Bab 240: Unjuk Rasa

    Ohmad tidak main-main dengan ucapannya. Di setiap sudut pintu dan jendela, berdiri prajurit Pervane dengan tombak bersilang, menutup akses bagi siapa pun yang akan menemui Yasmin, khususnya Erion.Di ruang strategi istana utama, suasana tidak kalah mencekam. Erion menghantam meja peta dengan tinjunya, membuat perkamen di atasnya bergetar hebat."Kau keterlaluan, Ohmad! Kau mengurung Yasmin seperti tawanan perang, bukan adik kandungmu sendiri!" bentak Erion, matanya memancarkan kilat kemarahan yang nyaris tidak terkendali."Aku hanya melindunginya dari bahaya, Erion. Jika aku tidak datang kemarin, kau mungkin sudah menghancurkan kehormatannya demi ego pribadimu,” jawab Ohmad sambil memeriksa beberapa batang logam kiriman pandai besi, bahkan tidak mendongak. Jari-jarinya dengan tenang menguji ketajaman material tersebut."Kehormatan? Aku ingin menikahinya!" seru Erion penuh emosi."Tanpa restu? Tanpa saksi?" Ohmad akhirnya mengangkat wajah, tatapannya sedingin es yang menusuk. "Di nege

  • Baginda, Tuan Putri Merayumu   Bab 239: Kudeta Pernikahan

    “Erion, apa kau sadar apa yang kau katakan?” bisik Yasmin, antara cemas dan terkejut. “Kita baru saja sepakat untuk penundaan itu. Jika kita melakukannya sekarang, itu artinya kita melanggar rencana kita sendiri.”Yasmin mematung. Napasnya seolah tertahan di tenggorokan saat mendengar usul gila yang keluar dari bibir pria di depannya.Erion tidak melepaskan tatapannya. Tangannya yang besar kini menangkup wajah Yasmin, mengabaikan segala aturan yang selama ini mengekangnya sebagai seorang Raja."Penundaan secara kerajaan memang akan dilakukan. Tapi tidak dengan pernikahan yang bisa kita lakukan tanpa sorak sorai rakyat di pelataran istana."Sebenarnya Yasmin mengerti apa yang diinginkan Erion, tapi ia bingung apakah hal itu bisa dilakukan atau tidak. Ia tidak ingin terjadi masalah lain, disaat mereka fokus untuk melumpuhkan Jetmir.“Aku tidak butuh saksi dari ribuan rakyat yang bersorak hanya untuk mencintaimu, Yasmin,” lanjut Erion penuh tekad. “Aku ingin kau menjadi milikku sepenuhny

  • Baginda, Tuan Putri Merayumu   Bab 23: Yasmina tetaplah Yasmina

    Erion turun melalui tangga batu yang lembap, setiap langkahnya bergema di lorong sempit menuju ruang bawah tanah istana. Dua penjaga membungkuk saat Erion melewati mereka. Tidak ada yang berbicara.Disana seorang pria duduk terbelenggu di kursi kayu, kepala tertunduk, wajahnya penuh luka bekas puku

    last updateآخر تحديث : 2026-03-20
  • Baginda, Tuan Putri Merayumu   Bab 19: Ternyata Bukan Dia

    Lantai marmer kamar yang dingin terasa menusuk hingga ke tulang, namun Yasmin tidak sanggup diam. Ia berjalan mondar-mandir seperti harimau yang terperangkap dalam sangkar emas. Jemarinya terus meremas kain gaun sutra putihnya yang kini ternoda bercak merah anggur.“Berpikir, Yasmin! berpikir!" bis

    last updateآخر تحديث : 2026-03-19
  • Baginda, Tuan Putri Merayumu   Bab 20: Taman Rahasia

    Upacara penghormatan terakhir untuk Velmire terlihat seperti kompetisi duka, di mana pemenangnya akan ditentukan dari seberapa meyakinkan air mata mereka. Para bangsawan bergantian maju ke peti mati yang dihiasi bunga lili putih. Wajah mereka dibuat tampak paling sedih, walaupun sebenarnya tidak ad

    last updateآخر تحديث : 2026-03-19
  • Baginda, Tuan Putri Merayumu   Bab 11: Kenapa Dia Ada Disini?

    Dua prajurit penjaga menarik rantai besi raksasa, membuat pintu kayu berlapis logam setinggi lima meter itu bergerak membuka lebar. Gerbang besar Istana Pervane terbuka perlahan dengan bunyi gemuruh yang menggelegar.Yasmin yang duduk di dalam tandu merasakan jantungnya berdebar— campuran antara ta

    last updateآخر تحديث : 2026-03-17
فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status