Selain syukuran walimahan nikahan, ibu menggunakan kesempatan itu untuk mengenalkan menantunya pada para tetangga, teman-temannya, juga para pelanggan setia. Dengan bangga perempuan paruh baya itu memamerkan sang mantu pada tamu yang hadir. “Kalla pinter banget cari suami. Ganteng, tinggi, kaya lagi,” celetuk salah seorang teman ibu, yang sekaligus pelanggan setia jahitan ibu. “Iya loh. Kemarin beneran nikahan di Prambanan ya? Pasti berkesan banget menikah di Candi udah mirip raja-raja jaman dulu.” Ibu jelas menyambut pujian demi pujian dengan senyum. Lalu ketika ada protes tentang kenapa mereka tidak diundang ke pesta pernikahan di Prambanan, ibu akan menjawabnya dengan santai. “Itu pestanya keluarga besan, Bu-ibu. Kalau sekarang kan syukuran saya pribadi buat anak saya. Lagi pula kalau ibu-ibu semua diundang ke sana, yakin pada mau datang? Jauh, dan pasti bakal merepotkan ibu semua nanti.” Namanya hidup di kampung tidak akan lepas dari gosip atau omongan orang. Meskipun banyak y
Read more