Pagi berikutnya, Juned menatap Ratna dengan raut wajah prihatin yang dibuat begitu sempurna di meja makan. "Ra, Mas harus pulang kampung hari ini buat besuk Desi," ujar Juned dengan nada suara rendah nan berat. "Kondisinya belum stabil pasca pendarahan kemarin. Mas mau ajak Nayla sekalian biar ada yang temenin Mas di jalan." Ratna mengangguk paham tanpa keraguan sedikit pun. "Iya, Ned, mending kamu besuk langsung. Bawa Nayla aja biar kamu gak capek nyetir sendirian," balas Ratna tulus, mengusap pelan lengan pria itu. Beberapa jam kemudian, sedan hitam Juned membelah jalanan antarkota menuju kampung halaman. Nayla duduk di kursi penumpang samping, jemarinya meremas kain celananya erat-erat dengan debar dada yang tak menentu. Ia sama sekali tidak tahu bahrah besar apa yang sedang menunggunya di sana. Juned mengemudi dalam keheningan yang amat mencekam, matanya menatap lurus ke depan dengan kilat dendam yang terbungkus rapat. Begitu mobil berhenti di pekarangan rumah kampung, Ju
최신 업데이트 : 2026-09-23 더 보기