"Ini aku, Bas."Suara itu lembut, namun di tengah kesunyian malam yang mencekam, getarannya terasa seperti sengatan listrik bagi Baskara. Ia mengenali nada suara itu.Nada suara yang selalu terdengar lugu, pasrah, namun menyimpan misteri yang sulit dibaca.Itu suara Sekar.Baskara segera menarik napas dalam, mencoba menetralkan degup jantungnya yang masih sisa-sisa dari aksi nekatnya di gudang tadi. Ia menyelipkan pisau lipatnya kembali ke balik dipan dengan gerakan cepat, lalu merapikan kemejanya yang sedikit kusut. Dengan satu tarikan napas, ia membuka pintu paviliunnya.Begitu pintu terbuka, sosok Sekar berdiri di sana. Ia mengenakan kebaya tidur berbahan katun tipis berwarna putih tulang yang membungkus tubuh mungilnya dengan pas. Belahan dadanya menyembul dari sana.Rambut hitamnya dibiarkan terurai sebahu, membingkai wajahnya yang terlihat pucat di bawah sinar rembulan yang temaram. Tanpa menunggu dipersilakan, Sekar melangkah masuk, menyelinap melewati lengan Baskara dengan g
Read more