Agar Yuyun tidak merengek-rengek lagi, Darto segera memutar posisi, kini Yuyun tinggal di atas tubuhnya. Darto menggenjot dari sisi bawah. Bokong Yuyun berayun-ayun naik akibat gesekan Darto dari sisi bawahnya. “Akkkhhh, aaakkh, ampuun, oukhhh, ssshh, ah, ah, ah, Paaaak, oukhhhssshhhh!” jerit Yuyun penuh kepuasan. Cairan Yuyun kembali meleleh, tebakan Darto selalu benar. Yuyun kembali klimaks. Mungkin karena Darto terlalu sering melakukan hubungan intim dengan banyak wanita jadi sudah hafal dengan detik-detik lawan mainnya menuju ke klimaks. “Bapaaaak, oukhh, sudah, ampun, aaaakkkh!” Yuyun merengek, tapi Darto sengaja tetap menahan tubuh seksi Yuyun untuk terus melayaninya. Darto malah tersenyum nakal tanpa mau berhenti. Sampai satu jam dua jam lamanya, Darto baru menarik tongkatnya. Itu pun Darto hanya klimaks sekali dan dia tumpahkan pada kedua buah dada Yuyun. “Puas aku Yun, aku mau mandi lagi terus makan malam dulu, kamu buruan mandi,” uja
Baca selengkapnya