Pagi itu, apartemen terasa terlalu sunyi. Talia sudah bersiap berangkat kerja sejak subuh, tetapi tidak sekali pun mengucapkan selamat pagi atau sekadar bertanya apakah Patra sudah sarapan. Patra hanya mendengar bunyi lemari dibuka, laci ditutup, lalu langkah kaki yang bergerak dari kamar menuju ruang tamu.Biasanya Talia akan mampir sebentar ke meja makan, mengusap rambut Patra sebelum berangkat. Hari itu tidak ada apa-apa selain bunyi gelas yang diletakkan pelan di wastafel. Patra tahu, diam seperti ini jauh lebih menakutkan dibandingkan pertengkaran.Sampai menjelang siang, mereka tetap berada di bawah atap yang sama tanpa benar-benar hidup di ruang yang sama. Patra mencoba menyibukkan diri membalas revisi naskah klien, sedangkan Talia berkali-kali keluar masuk kamar sambil memeriksa dokumen kantor. Tidak ada percakapan, bahkan ketika mata mereka sempat bertemu.Menjelang sore, Talia akhirnya menghampiri meja kerja Patra. Tanpa duduk, perempuan itu menyodorkan ponselnya begitu saja
Read more