“Apa lo punya rencana bikin anak sama Talia, Kak?” tanya laki-laki yang sudah membiarkan telunjuknya menari—dengan gerakan spiral di atas lengan Patra. Patra yang masih dalam keadaan polos di balik selimut, bersama tubuh laki-laki tadi, mengernyitkan dahi. Permintaannya untuk tidur sebentar setelah pergulatan panas mereka tidak dihiraukan. Ia justru dijatuhi pertanyaan yang sebenarnya … hanya boleh diketahui Talia dan dirinya. “Kenapa lo pingin tau?” Patra balik bertanya. Hatinya merapal doa agar kedua matanya segera berat, dan tertidur di tengah Nero menjawabnya. Gerakan jemari Nero berhenti, Bukannya menuntaskan dahaga penasaran Patra, tangan Nero satunya lagi menelusup dari cikut ke belakang kepala kekasih mantannya. Tidak lupa bibir Nero yang langsung mencuri kesempatan mengendus ceruk leher Patra. “Gue juga nggak tau, Kak, kenapa nanya begituan, hmh…!” erang Nero di sela kesibukannya membubuhkan kecupan kupu-kupu di dagu, jakun, hidung, pipi, lalu kedua kelopak mata Patra. P
اقرأ المزيد