Sore hari yang cerah tak mampu menghangatkan atmosfer dingin yang menyelimuti kediaman megah milik Marcus. Saifanny menghentikan mobilnya tepat di pelataran. Dari balik kemudi, matanya menangkap sosok Marcus yang berdiri kaku di dekat pintu utama. Pria itu berdiri tegak tanpa menampakkan emosi, menunggu kepulangan putrinya dengan tatapan yang sulit diterka. Ketika pintu mobil dibuka secara pelan, Mabelle seketika melompat keluar dan berlari menghampiri ayahnya. Gerakannya begitu impulsif, seolah berada jauh dari pria itu walau hanya beberapa jam adalah sebuah kesalahan besar yang tidak seharusnya ia lakukan. "Sudah pulang, Sayang?" Kata Marcus begitu gadis kecil itu tiba di hadapannya. Mabelle mengangguk ceria, memasang raut wajah anak penurut yang sempurna. Tanpa instruksi lanjutan, ia langsung berlari menuju area dapur untuk mencari camilan, menyisakan dua orang dewasa di teras rumah. "Terima kasih sudah mengantar Mabelle, Saifanny. Aku berutang banyak padamu," ucap
Ler mais