แชร์

BAB 366 : Warisan yang Tertinggal

ผู้เขียน: Zakia
last update วันที่เผยแพร่: 2026-09-19 08:00:59

Adrian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan J-City menuju kediaman Utama.

Jemarinya mencengkeram lingkar kemudi dengan erat, sementara pikirannya melayang jauh mengurai ketidakpastian.

​Batinnya dipenuhi rasa penasaran yang mengusik tentang apa sebenarnya yang tertulis di dalam surat peninggalan sang ayah.

Namun, satu hal yang amat diyakininya: Adnan Utama tak akan pernah merangkai kata-kata manis atau menyampaikan permohonan maaf yang tulus dari balik kuburnya.

​Adrian t
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 433(Epilog) : Harmoni di Bawah Langit

    Pekarangan rumah orang tua Bima di sebuah desa terpencil membentang luas, dikelilingi oleh lanskap pedesaan yang asri, berbatasan langsung dengan area perkebunan sawi hijau yang membentang subur serta pabrik keluarga di kejauhan. Hari ini, tempat sederhana itu disulap menjadi sebuah lokasi pernikahan bertema garden party yang teramat elegan dan intim. ​Dekorasi bunga-bunga segar bernuansa putih bersih berpadu kontras dengan hijaunya dedaunan sawi dan rimbunnya pepohonan pedesaan, menciptakan suasana hangat yang jauh dari hiruk-pikuk kota. Kursi-kursi kayu ditata rapi di atas rumput hijau, menyambut kedatangan jiwa-jiwa yang telah melintasi berbagai teror dan penderitaan. ​Para tamu undangan yang hadir merupakan orang-orang terdekat yang memegang peranan penting dalam perjalanan hidup mereka. Di barisan kursi terdepan, tampak Adrian dan Saifanny duduk berdampingan bersama Syahdan yang tampak antusias, ditemani oleh sang nenek, Sania. Tak jauh dari mereka, duduk pula Andien b

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 432 : Rumah Kedamaian dan Janji Pernikahan

    Dua bulan telah berlalu sejak gema kemegahan konser tunggal Indra membelah malam di Stadion Arena J-City.Hari ini, di bawah naungan langit J-City yang cerah berhias semburat jingga keemasan senja, sebuah impian yang dirajut dari sisa-sisa air mata dan puing-puing trauma akhirnya berdiri nyata.​Sebuah papan nama berukir kayu jati elegan dengan tulisan "Griya Teduh Lansia" terpampang kokoh di depan bangunan utama yang asri, luas, dan dikelilingi oleh taman bunga yang tertata menyejukkan mata.​Suasana di halaman depan terasa begitu hangat dan dipenuhi oleh gelombang haru yang membuncah di dada setiap insan yang hadir.Seluruh keluarga besar dan kerabat terdekat berkumpul dalam satu ikatan kekeluargaan yang erat.Di barisan depan, Saifanny berdiri tegap namun anggun dengan balutan dress selutut berwarna sage green lembut yang memancarkan ketenangan jiwa.Di sampingnya, Adrian berdiri dengan setelan kasual rapi, jemari tangan mereka saling bertaut erat, seolah menyalurkan seluruh kekuat

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 431 : Simfoni Penyembuhan

    Stadion Arena J-City malam ini berubah wujud menjadi lautan cahaya yang teramat menakjubkan.Puluhan ribu pasang mata tumpah ruah memenuhi setiap sudut tribun hingga area festival, menggemakan sorak-sorai penuh antusias yang bergemuruh membelah malam.Udara dipenuhi oleh aroma kehebohan, kilatan lampu lightsticks berwarna-warni yang berdenyut seirama, serta dentuman musik latar yang membakar adrenalin siapa saja yang mendengarnya.Ini bukan sekadar konser musik komersial biasa; ini adalah malam perayaan megah—sebuah saksi bisu yang mempertemukan berbagai jiwa dari babak kehidupan kelam yang kini telah berhasil bangkit dan berpulang dari badai penderitaan.​Di barisan kursi VIP terdepan yang eksklusif, atmosfer kehangatan keluarga begitu terasa pekat menyelimuti hati mereka.Adrian duduk berdampingan erat dengan Saifanny. Jemari tangan mereka saling bertaut erat di balik kegelapan kursi, menyalurkan ketenangan batin serta rasa cinta membara yang baru saja mereka ikrarkan lewat kejujura

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 430 : Penyesalan dan Insecure

    ​Malam menjelang, membentangkan selimut gelap bertabur bintang di atas langit J-City. Di dalam ruang tengah kediaman Saifanny, wanita itu terduduk kaku di balik sofa ruang keluarga.Matanya yang kosong menatap hampa ke arah layar televisi yang tengah menayangkan sinetron malam, sementara pikirannya melayang jauh menembus batas ruang dan waktu, meresapi keheningan yang menyelimuti seisi ruangan.​Ting! Nong!​Suara bel pintu yang ditekan secara tiba-tiba memecah kesunyian malam. Saifanny perlahan mengerjap, bangkit dari sofa dengan langkah gontai, lalu berjalan pelan menuju pintu depan untuk membukanya.​Begitu daun pintu terkuak, sosok Adrian berdiri di ambang pintu dengan senyuman cerah yang menghiasi wajahnya.Di tangan pria itu terselip sebuket bunga mawar merah segar serta paper bag berukuran besar yang mengepulkan aroma lezat pizza dari kedai langganan mereka di masa lalu.​Saifanny tersenyum tipis, mempersilakan Adrian masuk untuk duduk, sementara ia sendiri berputar arah menuju

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 429 : Pernyataan di Ambang Senja

    Siang menjelang sore, mobil Bima merayap pelan memasuki area parkir basement gedung Utama Group.Begitu mesin dimatikan, Bima terdiam kaku di balik kemudi. Selama beberapa detik, ia hanya duduk mematung dengan pikiran yang berkecamuk hebat.Ririn sama sekali tidak menderita amnesia; wanita itu telah memperdayanya dengan akting busuk yang rapi. Seharusnya ia menyadari sejak awal bahwa Ririn adalah orang bermuka dua yang teramat pintar bersandiwara.​Sementara itu di kursi penumpang depan, Ghina melirik ke arah Bima dengan raut wajah yang diselimuti kekhawatiran.Ia terlalu takut untuk sekadar menegur, bahkan tak berani melayangkan sentuhan lembut di bahu pria itu seperti yang ia lakukan di rumah sakit sebelumnya.​"Aku mau bertemu Adrian sebentar. Kamu mau nunggu di mana? Di kantin?" Ucap Bima tiba-tiba, memecah keheningan kabin.​Ghina langsung mengerjap, lalu tersenyum tipis. "Aku mau ikut ke kantor, Pak. Udah lama gak ketemu temen-temen," Kata Ghina riang,

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 428 : Penjabaran Dosa dari Korban

    ​Siang itu, koridor rumah sakit terasa begitu membekukan, diliputi oleh bau cairan antiseptik yang tajam. Bima dan Ghina berdiri mematung tepat di depan daun pintu ruang rawat Ririn. Dari balik celah pintu yang tertutup rapat, terdengar gelak tawa Ririn dan Nisa yang meledak riang, menghantam kesadaran Ghina dengan rasa ironi yang amat menyengat. ​Bima menoleh perlahan, menatap Ghina yang berdiri menegang di sampingnya. "Kamu yakin pengen ketemu sama dia? Bagaimanapun, dia itu orang yang pernah nyayat leher kamu," Tanya Bima dengan suara pelan yang dibalut kecemasan mendalam. ​Ghina mengangguk pelan, jemari tangannya terulur menyentuh bekas luka jahitan yang menimbul di leher kirinya—sebuah jejak trauma fisik yang tak pernah benar-benar sirna. "Dia mungkin masih amnesia, Pak. Tapi aku cuma pengen melampiaskan semua amarahku," Ucap Ghina dengan nada suara yang bergetar menahan gejolak benci di dadanya. ​Melihat penderitaan batin wanita di hadapannya, Bima mengulurkan tangann

  • Cara Menangani Perselingkuhan   Bab 5

    Saifanny sebenarnya tidak peduli jika Adrian tahu ia datang ke kantor secara diam-diam. Ia menyadari dirinya memang terlihat seperti pencuri saat itu, mengendap-ngendap dan mengintai suaminya sendiri. Namun bagi Saifanny, mencari kebenaran bukanlah sebuah kejahatan. Adrian mengirim pesan lagi. Pri

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 4

    Hari telah berlalu dan Saifanny terus memandangi ponselnya. Belum ada pesan masuk dari wanita itu. Ia sempat berpikir, apa mungkin Ranaya melapor kepada suaminya? Namun, jika wanita itu melapor, ia tidak mungkin memberikan nomor teleponnya sejak awal. Saifanny mencoba mengalihkan perhatiannya pada

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 3

    Kini Saifanny berdiri di depan kantor suaminya sambil menenteng kotak makan bertingkat berwarna biru. "Rasanya aneh kembali ke sini secara terang-terangan" Batinnya. Tujuannya kali ini adalah untuk mengajak wanita itu berkenalan, demi mewujudkan rencana berikutnya: mencari lebih banyak informasi te

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 1 : Terungkapnya Perselingkuhan

    Lantai 3 Hotel Anggrek. Aroma pengharum ruangan khas hotel terasa menyengat di hidung Saifanny. Ia berdiri di depan kamar 308, menggenggam sebuah kunci yang didapatkannya setelah mengelabui seorang resepsionis dengan alasan telah kehilangan kuncinya. Begitu memasuki kamar, Saifanny membeku. Suamin

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status