Liliana kembali melanjutkan langkahnya, tapi dia tidak menyangka bahwa Gerald bisa dengan cepat menghadang jalannya. Pria itu menatapnya dengan datar, seperti biasa. Liliana mendengus dingin, ia sudah lelah seharian dan sekarang masih harus menghadapi sikap keras kepala menara sutet di hadapannya. Dengan malas Liliana bertanya, "Apa lagi?""Aku bilang, aku akan mengantarkanmu, aku tidak menanyakan kamu setuju atau tidak.""Apa maksudmu?""Aku tidak menerima penolakan." Ucap Gerald tanpa ekspresi, namun tatapannya sangat dalam hingga membuat bulu kuduk Liliana berdiri.Saat Liliana ingin membuka mulutnya, tiba-tiba Grace muncul dari ujung lorong,"Kak Gege." Seru Grace dari jauh. Liliana tersenyum, kemudian menatap Gerald dengan penuh kemenangan,"Lihat? kekasihmu datang, sebaiknya kamu urus dia, aku pergi dulu, selamat tinggal."Gerald tertegun melihat betapa bahagianya ekspresi Liliana melihat Grace datang. Liliana berpapasan dengan Grace tapi dia bahkan tidak melirik Grace sa
อ่านเพิ่มเติม