Share

Menghilang Tanpa Jejak

Author: Maufy Izha
last update Last Updated: 2026-02-18 17:07:18

Gerald membeku di tempat sambil bergumam Bayi itu meninggal? Bagaimana mungkin. Kemarin...

Seketika kenangan semalam menyambar ingatannya. Dia telah menurunkan Liliana di tengah jalan karena harus pergi menemui Grace yang tiba-tiba demam. Dia tidak berfikir panjang karena perasaan bencinya pada wanita itu kian menumpuk hingga tidak tahan walau hanya menghabiskan waktu sebentar bersama dengannya.

"Tuan Ford, apa ada lagi yang Anda butuhkan?" Tanya perawat itu. Gerald menatapnya dengan tatapan kosong. Kenyataan pahit yang baru saja di dengarnya membuatnya sedikit linglung. Meskipun Ia marah saat mengetahui Liliana hamil tapi bukan berarti Ia membenci anaknya sendiri.

"Kapan Liliana keluar dari rumah sakit?"

"Berdasarkan data di komputer, beliau meninggalkan rumah sakit 3 jam yang lalu Tuan"

"Baiklah" Gerald menarik nafas dalam-dalam dengan kening berkerut. Ia kemudian pergi dari rumah sakit itu dan berniat untuk kembali ke Villa dan mencari petunjuk, namun di tengah perjalanan, David menghubunginya.

"Ada apa?" Tanya Gerald dengan tidak sabar. David terkekeh di ujung telepon lalu berkata, " Grace dan Cecil ada disini untuk makan bersama, Kami menunggumu"

Gerald tidak berfikir panjang dan segera menolak " Aku ada urusan penting, kalian bersenang-senang saja" Tandasnya sebelum mematikan panggilan itu sepihak. Setiap kali mengingat Liliana genggamannya pada kemudi semakin menguat. Ada perasaan yang tidak bisa digambarkan dihatinya saat ini. Mungkinkah itu rasa bersalah?

Sekali lagi, Gerald berusaha menghubungi nomor Liliana namun hasilnya tetap sama, hanya suara operator yang menyambutnya.

Ia kemudian teringat pada Pria tampan berwajah blasteran yang menyapanya dan Grace beberapa waktu lalu. Pria itu juga yang mendorong kursi roda berisi wanita yang sangat mirip dengan Liliana. Apa mungkin...

Gerald telah sampai di Villa Bougenville yang tampak suram tanpa pencahayaan. Biasanya, lampu ruang tamu akan selalu menyala dan Liliana akan duduk di sofa menunggunya selarut apapun Dia pulang. Meski setelah mengetahui bahwa Liliana hamil, Gerald hampir tidak pernah pulang kecuali Neneknya sudah memarahinya.

Pria itu duduk terdiam di dalam mobil selama beberapa menit, hingga akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam villa, mencari petunjuk atau jejak apapun itu yang bisa menjadi titik terang keberadaan Liliana.

Bukan apa-apa, tapi Gerald merasa bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada wanita itu dan Neneknya tahu, maka Neneknya mungkin akan membencinya seumur hidup.

Dikamar Liliana, Gerald tidak menemukan apapun selain tas, perhiasan, dan pakaian yang di berikan Nenekny sebagai hadiah masih tersusun rapi disana.

Tidak ada sesuatu apapun yang hilang.

"Apa mungkin Dia hanya pergi sementara waktu untuk menenangkan diri karena kehilangan anak itu?" Gumamnya pelan. Kemudian Gerald pun merasa yakin dengan dugaannya. Liliana tidak punya siapa-siapa, Dia bisa pergi kemana? Lagipula selama 3 tahun ini, Liliana begitu gigih mengejarnya, tidak mungkin Dia akan meninggalkannya begitu saja.

Soal anak... Mereka masih bisa punya anak lagi bukan?

Tapi tunggu! perawat itu bilang bahwa Liliana pergi bersama Kakaknya?

"Kakak... Memangnya Dia memiliki kakak? kenapa Aku tidak tahu?" Gerald mencoba mengingat-ingat, tapi jawabannya tetap buntu. Yang Dia tahu, Liliana hanya tinggal bersama dengan Ibu angkatnya yang bernama Rosita Santoso. Dia tidak pernah mendengar Liliana menyebut nama lain dari keluarga Santoso itu. Gerald akhirnya meminta asisten pribadinya untuk mencari tahu tentang keluarga Liliana.

"Joseph, tolong cari tahu tentang keluarga Santoso, cari sedetail mungkin, kalau perlu Kamu datangi kampung halaman Liliana"

"Baik Pak, kalau boleh tahu, apa ada masalah dengan Bu Liliana?"

"Ya, Liliana menghilang tanpa jejak. Aku harus segera menemukannya sebelum Nenek tahu"

Keesokan harinya, di Kantor, Gerald tercengang melihat laporan yang di bawa oleh Joseph.

"Hanya ini yang Kamu dapatkan?"

"Ya, Pak Gerald. Kampung yang ditinggali Bu Liliana dan Ibu angkatnya sangat kecil, hanya ada 20-25 kepala rumah tangga yang tinggal disana. informasi yang Saya dapatkan termasuk dari keterangan Mereka. Bu Liliana dan Ibu angkatnya memang hanya tinggal berdua"

Gerald memejamkan matanya, Ia hampir tidak tidur semalaman karena memikirkan masalah ini, tapi hasil penyelidikan asistennya benar-benar tidak memuaskan. Gerald mendesah kecewa. Bagaimana nanti Ia akan mengatakan hal ini pada Neneknya.

Di tengah keheningan yang membuat keringat dingin Joseph bercucuran, seseorang dengan tingkahnya yang menyebalkan membuka pintu ruangan Gerald begitu saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

"Cecil, hilangkan kebiasaanmu masuk ke ruangan ku tanpa mengetuk pintu. Bagaimana kalau Aku sedang ada tamu penting?" Gerald melotot tajam. Dia sangat menyayangi adik semata wayangnya itu, tapi beberapa tingkah sembrono Cecilia juga membuatnya kesal. Terutama soal cara anak itu keluar masuk perusahaan dengan sembarangan, tanpa memikirkan bagaimana jika ada tamu penting yang sedang berkunjung.

"Maaf, tapi Kakak, ada sesuatu yang sangat penting yang harus Aku katakan padamu" Sahutnya dengan ekspresi sedih yang dibuat-buat, Cecilia tahu bahwa Gerald tidak akan tega memarahinya. Gerald merasa tingkah kekanakan Cecilia membuatnya muak, Pria itu kemudian berdiri, dan duduk di sofa setelah menyuruh asistennya meninggalkan ruangan.

"Duduk, dan jangan banyak berbasa-basi. Straight to the point, Ok? Ada apa?"

"Kau tahu kalau Liliana menghilang sejak kemarin?" Tanyanya sembari melangkahkan kakinya ke arah sofa dan menjatuhkan bokongnya di sana. Cecilia menatap Gerald yang tampak biasa saja, dan Dia pun merasa puas. Cecilia sudah menduga, Gerald tidak perduli!

"Aku tahu" Ucapnya.

"Aku rasa Dia sengaja menghilang karena sebentar lagi ulang tahunku, Dia sedang hamil kan? Jadi, Dia pasti malas kalau di suruh bantu-bantu di dapur seperti biasanya, jadi Dia kabur. Dasar tidak tahu malu" Ucap Cecilia sambil tertawa mengejek. Gerald tiba-tiba merasa ucapan Cecilia mungkin ada benarnya. Liliana baru saja kehilangan bayinya, Wanita itu pasti butuh waktu untuk menenangkan diri dan tidak ingin terlibat dalam sesuatu yang melelahkan seperti menyiapkan acara ulang tahun Cecilia. Jadi wanita itu memutuskan untuk pergi sementara waktu, sampai acara ulang tahun Cecil berlalu.

"Kamu benar. Mungkin Dia takut kelelahan"

"Kelelahan apanya, Dia hanya di dapur dan mencuci gerabah, bilang saja Dia malas"

"Ya, ya, terserah Kau saja. Sekarang pulanglah, Aku masih banyak pekerjaan"

"Baiklah! Ngomong-ngomong, Kakak tidak mengajak Kak Grace untuk makan malam bersama? bukankah hari ini adalah hari jadian kalian dulu?"

Mendengar itu, Gerald mengerutkan keningnya. Dia menatap Cecilia dengan alis kanan terangkat " Kau mengingat hari ini? bukannya itu terlalu aneh? apa Grace yang memberitahumu?"

Tebakan Gerald benar, Cecilia tersenyum lebar sambil menganggukkan kepalanya dengan riang. Pria itupun menggelengkan kepalanya dengan heran. Cecilia memang sangat menyukai Grace, meski tahu alasan Gerald menikahi Liliana, tapi Cecilia membenci Liliana hingga tulang sum-sumnya, Gerald tidak bisa mencegahnya karena Dia sendiri memiliki perasaan yang sama seperti adiknya terhadap Liliana. Tapi sekarang...

"Aku tahu Kamu menyukai Grace. Tapi, kakakmu ini sudah menikah"

"Kalau begitu kakak tinggal ceraikan saja wanita rendahan itu. Beri dia uang yang banyak. Kakak tidak mencintainya, kenapa harus menyiksa diri"

Gerald terdiam. Jika dulu, Dia pasti akan langsung menyetujui ucapan Cecilia, tapi mengingat Liliana yang baru saja kehilangan anak Mereka, Gerald merasa lidahnya terlalu kaku untuk mengiyakan.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Tuan Ford, Kita Sudah Bercerai   Aku Akan Bekerja Keras

    "Sudahlah, jangan banyak bicara. Pergilah, Aku sangat sibuk hari ini" "Ya,ya, baiklah. Tapi malam ini Kamu harus datang, Aku, Kak David, kak Randy dan Kak Grace akan menyiapkan makan malam istimewa, Kakak jangan sampai tidak datang, Ok?" "Ok, Aku akan datang, tapi mungkin sedikit terlambat" Ujarnya dengan malas. "nggak masalah, yang penting kakak datang! kalau gitu Aku akan kasih tahu yang lain" "hmn, terserahlah" Melihat kepasrahan kakaknya, Cecilia tampak lebih gembira. Dia sudah mengatur pesta kecil yang istimewa untuk Kakak dan calon Kakak ipar kesayangannya. Semacam pesta untuk mengingat memori indah keduanya saat masih bersama. Dan Cecilia sudah berencana untuk mengirim foto-foto momen pesta itu pada Liliana agar wanita itu sadar akan posisinya! Setelah mendapat lampu hijau, Cecilia dengan riang meninggalkan ruangan Gerald dengan langkah ringan dan ceria kemudian menghubungi teman-teman Gerald termasuk Grace bahwa Dia sudah berhasil melakukan misinya. Sementara di

  • Tuan Ford, Kita Sudah Bercerai   Menghilang Tanpa Jejak

    Gerald membeku di tempat sambil bergumam Bayi itu meninggal? Bagaimana mungkin. Kemarin... Seketika kenangan semalam menyambar ingatannya. Dia telah menurunkan Liliana di tengah jalan karena harus pergi menemui Grace yang tiba-tiba demam. Dia tidak berfikir panjang karena perasaan bencinya pada wanita itu kian menumpuk hingga tidak tahan walau hanya menghabiskan waktu sebentar bersama dengannya. "Tuan Ford, apa ada lagi yang Anda butuhkan?" Tanya perawat itu. Gerald menatapnya dengan tatapan kosong. Kenyataan pahit yang baru saja di dengarnya membuatnya sedikit linglung. Meskipun Ia marah saat mengetahui Liliana hamil tapi bukan berarti Ia membenci anaknya sendiri. "Kapan Liliana keluar dari rumah sakit?" "Berdasarkan data di komputer, beliau meninggalkan rumah sakit 3 jam yang lalu Tuan" "Baiklah" Gerald menarik nafas dalam-dalam dengan kening berkerut. Ia kemudian pergi dari rumah sakit itu dan berniat untuk kembali ke Villa dan mencari petunjuk, namun di tengah perjalanan

  • Tuan Ford, Kita Sudah Bercerai   Tidak Tahu Diri

    "Ok" Adam menuruti perkataan Liliana. Surat cerai itu memang masih tergeletak diatas meja rias. Adam meraihnya, Lalu memberikannya pada Liliana beserta dengan bolpoint nya. Liliana membaca sekali lagi isi surat perceraian itu. Kompensasi yang di berikan Gerald cukup banyak, tapi Dia tidak membutuhkannya. Liliana segera membubuhkan tanda tangannya dengan cepat lalu menutup dokumen itu. Ia juga melepas cincin pernikahannya dan meletakkannya bersama dengan surat cerai itu diatas meja rias. Liliana memandangi kamar yang sudah di tempatinya selama 3 tahun ini. kamar itu penuh dengan foto-foto pernikahannya dan Gerald. "Kak, Aku ingin membuang semua foto itu" "Aku bantu" Setelahnya, Adam dengan cepat mencopot bangkai-bangkai foto yang menempel di dinding dan rak pajangan, lalu membuangnya sekaligus di tempat sampah. "Ada lagi?" "Tidak ada, Aku hanya membawa sedikit pakaian saat pertama kali datang kesini. Aku hanya ingin membawa itu dan kotak peninggalan Bibi Rosita di lemari

  • Tuan Ford, Kita Sudah Bercerai   Selamat Tinggal Luka

    Saat mengatakan itu, nafasnya sedikit tertahan, kemudian melanjutkan "Aku menyerah, Aku sudah tidak sanggup lagi" Lanjutnya, kemudian Liliana mulai menceritakan semuanya. Bukan untuk mengadu, bukan untuk menciptakan permusuhan antar Nyonya besar Ford dan Gerald, melainkan agar Nyonya besar Ford mengerti alasannya harus pergi. "Maafkan Aku nak, semua ini salahku" Suaranya terdengar sangat bergetar, Liliana menjadi sedikit panik, kemudian berkata "Nenek, ini bukan salahmu, jangan berkata seperti itu lagi, Aku menelepon agar Kamu tidak cemas dan mencariku. Aku baik-baik saja dan akan pergi bersama Kakak angkatku" "Kemana? Kemana Kamu akan pergi? bisakah Kamu kasih tahu Aku agar Aku merasa yakin kalau Kamu akan baik-baik saja" Liliana tampak ragu, Dia terdiam sesaat. Nenek Ford tahu bahwa Liliana takut kalau Dia akan memberitahu Gerald, jadi Dia berjanji pada Liliana. "Lily, Aku berjanji dengan sisa umurku, Aku tidak akan memberitahu siapapun" "Nenek...." Setelah merasa lebih

  • Tuan Ford, Kita Sudah Bercerai   Nenek, Aku Harus Pergi

    Liliana sudah setengah sadar ketika ambulans datang. Liliana tergeletak bersimbah darah. Sebelum kesadarannya hilang sepenuhnya, Liliana sempat menengok ke bagian perut dan kakinya. Gaun putih yang dikenakan nampaknya berubah merah sebagian. Kondisi Liliana sungguh mengerikan.Melihat bagaimana parahnya kondisi wanita itu, para petugas ambulance yang datang langsung membawa Liliana ke rumah sakit. Petugas itu bergegas memindahkannya ke dalam tandu dan segera membawanya ke rumah sakit.*** “Ah…”Liliana mengerang saat ia membuka matanya perlahan. Ada nyeri luar biasa yang dia rasakan di sekujur tubuhnya. “Nyonya?” panggil seseorang yang tak dikenalnya. Liliana mengerjap, berusaha mencerna keadaan. Ah, pasti perawat yang membawanya ke sini.Liliana mengangguk, menandakan bahwa ia dapat mendengar perawat itu.“Nyonya, maaf, tadi kami menelepon nomor darurat di ponsel milik Nyonya. Kami menghubungi suami Nyonya,” ucap perawat itu pelan. “Penanganan kondisi Nyonya harus mendapat per

  • Tuan Ford, Kita Sudah Bercerai   Dijebak

    Cecilia tertawa kecil sambil melihat ke arah Liliana yang berdiri kaku di depan wastafel dapur. Raut wajahnya seperti begitu puas melihat Liliana yang tampak terluka. Tiba-tiba, suara nenek Gerald menggema di ruangan. "Kalau kau datang kesini hanya untuk menindas orang, sebaiknya kau pulang!" Mendengar suara itu, Cecilia langsung terdiam kemudian bersembunyi di balik tubuh Ibunya. "Ibu...." "Diam! Susan, didik anak perempuanmu dengan benar agar ia tidak kehilangan akal, apa dia tidak malu menindas orang yang telah menyelamatkan nyawa kakaknya? Kalau tidak ada Liliana, Gerald tidak mungkin berdiri disini sekarang! Kapan kalian akan mengerti! Uhuk!" Saking marahnya, nenek Gerald terbatuk dan wajahnya sampai menggelap. Amarahnya begitu memuncak melihat Liliana lagi-lagi diperlakukan seperti pembantu. Gerald yang berdiri disana langsung menghampiri neneknya dan ingin memapahnya, tapi nenek Gerald menolak. "Tidak perlu,” sanggahnya. Mendengar nada sang nenek yang dingin itu,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status