แชร์

Bab 141. Hantu?

ผู้เขียน: Mini Yuet
last update วันที่เผยแพร่: 2026-07-06 23:42:36

Ratih dimakamkan di makam di TPU Cilincing. Karena di komplek perumahannya tidak ada TPU terdekat. Sakti membayar orang untuk mengurus segalanya. Bahkan memesan tanah untuk makam.

Biaya untuk syukuran juga ditanggung Sakti. Entah sudah ada firasat atau apa Ratih sudah meninggalkan pesan di email Sakti. Memang dia sudah punya rencana hingga mempertaruhkan perusahaannya yang besar.

Sakti juga kaget setelah mengetahui itu. Gak nyangka banget.

Setelah seminggu kepergian Ratih, Sakti memimpin per
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Nambah Lagi Dong, Sayang   Bab 155. Mulai Hidup Baru

    Seminggu berlalu..Sakti masih berada di rumah Dewangga. Dia ingin mengenang masa-masa kecil waktu bersama kedua orang tuanya sebelum kecelakaan. Bahkan sampai sekarang tragedi itu belum juga terpecahkan. Siapa yang menabrak mobil orang tuanya juga belum jelas. Menghilang begitu saja. Polisi tidak menemukan bukti siapa sebenarnya penabrak misterius itu atau yang menyebabkan mobil kedua orang tuanya mengalami rem blong. Kini ditambah kenyataan bahwa dirinya bukan anak kandung dari keluarga Dewangga. Artinya bukan pewaris utama semua kekayaan dan aset milik Tuan Dewangga. Perjuangannya selama ini habis sudah. Kenyataan pahit saat dia kembali lagi, ingin merebut kembali. Sakti duduk di pinggir kolam ikan di belakang rumah mewahnya. Memandangi gerak gerik ikan yang berebut makanan. Sampai sekarang sertifikat rumah itu juga masih atas nama Tuan Dewangga. Dia hanya punya beberapa aset dan mobil. Serta harta di perusahaan. Tapi sejak dia dibuang namanya sudah dibekukan dan diganti ol

  • Nambah Lagi Dong, Sayang   Bab 154. Berat Berpisah

    Sakti sudah membayar perawat untuk menjaga Soni di rumah sakit. Walau punya dendam tapi pria itu gak tega. Saat Soni sedang sakit. Sakti berusaha kuat setelah tau hasil DNA keluarganya dan menbuktikan siapa dirinya. Selama hampir 30 tahun tidak tau rahasia kehidupannya. Lalu siapa dirinya? Apakah dia dipungut dari Panti Asuhan atau di jalan atau bahkan anak orang lain. Pantas saja Sony sangat membencinya karena merebut tempat di hati kedua orang tuanya. Mungkinnya Soni tahu rahasia itu sebelum dirinya. Di dalam taksi, pria itu hanya diam saja. Tatapannya mengarah pada jalan raya."Apa kita juga punya nasib yang sama, Sayang? Seperti orang ilang. Gak tau siapa sebenarnya orang tuaku. Bahkan setelah aku merasa menjadi pewaris utama. Dasar!" umpat Sakti dengan mengepalkan tangan. Laura paham apa yang bergemuruh di dada suaminya. "Sudahlah daripada memikirkan itu, lebih baik kita fokus masa depan kita saja. Apa kamu jadi mau ke Semarang? Menjalankan amanah dari almarhumah Ratih?" t

  • Nambah Lagi Dong, Sayang   Bab 153. Tidak Menyangka

    Tiga hari kemudian.. Sakti dan Laura duduk di ruang tunggu rumah sakit Menanti hasil dari tes DNA keluarga Dewangga. Siapa sebenarnya yang anak angkat. Sony atau Sakti. Apa rahasia dibalik semua ini. "Sayang , apa kamu mau balik ke rumah menemui Anita dan Sherly atau bagaimana? Atau kita mulai hidup baru. Lupakan semua masa lalu." "Udahlah, aku nggak mau kembali ke rumah itu lagi. Sherly mungkin sudah punya jalan sendiri. Mereka sudah bertemu dengan Simon, pamannya. Mereka sudah membuangku. Untuk apa aku kembali?" sahut Laura. "Seandainya aku ini anak angkat, apa kamu mau hidup denganku? Pria sederhana yang mungkin tidak punya apa-apa." Sakti menatap Laura lembut. "Sudahlah, Sayang. Jangan bahas itu lagi. Kamu punya kelebihan lain. Mungkin kita dibuang kini bertemu lagi Hidup baru lagi. Memulai yang baru," ucap Laura menenangkan Sakti. "Makasih ya, Sayang karena mau menemani aku. Zaman sekarang wanita yang dibutuhkan adalah harta tidak peduli apapun.

  • Nambah Lagi Dong, Sayang   Bab 152. Menunggu Hasil

    "Sayang, kenapa kamu masih merayu orang lain padahal di sini ada aku," ucap Cintia dengan nada tidak suka. Melihat Cintia di dekatnya, Sony mengeenyitkan dahi mendengus angat keras "Ngapain elo di sini? Gue nggak butuh lo!""Ada apa denganmu, Sayang? Aku ini calon istrimu." Sony terkekeh. Bahkan dia lupa kalau kakinya sedang sakit."Apa elu bilang? Wanita brengsek! Elu ngaku calon bini gue. Elu hanya sekretaris. Sekarang ngaku-ngaku elu adalah ibu dari anakk gue. Dasar jelek!" umpat Sony. "Apa elu bisa membuktikan kalau anak yang elu kandung adalah anak gue. Bisa jadi elu main dengan pria lain." "Sayang, bisa-bisanya elu seperti ini. Padahal sejak kamu sakit, aku yang menunggu di sini," ucap Cintia mulai terisak. "Siapa suruh elu nunggu di sini. Gue sudah gak butuh elu lagi!" Melihat kejadian ini Laura hanya tersenyum. Dia berjalan sampai di bibir ranjang. "Kasihan sekali hidupmu, Gadis Muda. Mungkin kamu tidak cocok masuk dalam keluarga ini," hina Laura. "Aku tidak akan dia

  • Nambah Lagi Dong, Sayang   Bab 151. Menolong Musuh

    Sakti mengikuti polisi menuju ke ruang administrasi. Bahkan dia belum tahu keadaan keuangan Dewangga grup saat ini. Juga harta yang tersisa sejak dia dibuang di bawah jurang. Kondisi keuangan Dewangga Grup sungguh menghawatirkan. Banyak proyek yang dilelang. Dan hutang yang menumpuk. Seorang wanita berjilbab mukanya masih muda dan tersenyum pada Sakti. "Selamat siang, Pak. Apa benar Anda ini ada kakak korban tabrak lari kecelakaan maut di jalan raya itu?""Iya benar, saya adalah Kakak dari Sony.""Coba saya lihat kartu IDnya!"Sakti diam sejenak. Tangannya mengeluarkan dokumen. "Saya hanya punya ini peninggalan orang tua kami. Karena saya baru kecelakaan dan lupa ingatan. Saya baru kembali ke keluarga saya," jawab Sakti tenang. "Okelah kalau begitu," kata perawat itu.Kemudian mengambil berkas yang disodorkan Sakti. Ada akte dan kartu keluarga. Serta foto. Setelah mengecek, perawat itu mengangguk dan menyerahkan kembali. "Baiklah kalau begitu, saya hanya minta konfirmasi saja

  • Nambah Lagi Dong, Sayang   Bab 150. Siapa Sony?

    Terpaksa Sakti dan Laura ikut mobil polisi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Soni. Tidak ada mobil yang tersisa. Bahkan untuk menelpon Eko juga sudah tidak bisa. Gak ada waktu. Keadaan sangat darurat Yah seperti tawanan saja mereka duduk di mobil polisi. PengalDi komplek itu memang tidak peduli dengan urusan orang lain sehingga ada mobil polisi yang parkir di rumah di Langga nggak ada yang mendekat.Begitu sampai rumah sakit Dijemput oleh polisi yang menjaga Sony di rumah sakit "Selamat siang, Pak. Apa benar Anda ini saudara kandung dari Pak Sony yang mengalami kecelakaan?" "Iya benar.Dimana Pak Sony dirawat?" tanya Sakti dengan suara yang sangat berwibawa."Mari ikut saya!" ajak polisi itu. Sakti dan Laura berjalan menyusuri lorong rumah sakit mengikut polisi yang bertubuh gembul. Sampai di ruang perawan VIP yang bernama ruang mawar, polisi itu berhenti. "Ini ruangan Pak Sakti. Silakan masuk melihat keadaan pasien, setelah itu Anda ikut saya ke ruang administrasi untuk m

  • Nambah Lagi Dong, Sayang   Bab 5. Wanita Misterius

    Namun, Sakti tidak langsung menerima tawaran wanita cantik itu.Dia tidak mau salah jalan. Sekali masuk ke dalam perangkap, bisa saja dia tak bisa keluar. Bagaimanapun, Sakti tidak mengenal siapa wanita itu. Banyak sekali sekarang pura-pura baik tapi menusuk dari belakang. Seperti yang dilakukan

  • Nambah Lagi Dong, Sayang   Bab 4. Tawaran Pekerjaan

    Kamu harus pergi ke Daerah Barat," kata Pak Tua suatu malam."Cari seseorang bernama Dirjaya. Dia pemilik perusahaan bus dan pemborong terkenal." Pak Tua menatap Sakti dengan tajam. "Dia memiliki tato kalajengking di lehernya. Dia juga punya geng yang sangat kuat. Aku pesimis kamu bisa mengalahkan

  • Nambah Lagi Dong, Sayang   Bab 3. Melatih Kekuatan

    Hiaaaat!"Sebuah teriakan memecah keheningan malam di lereng Lembah Timur.Hampir dua bulan Sakti berlatih ilmu bela diri dengan Pak Tua yang menemukannya.Fisik orang tua itu tampak renta, namun keahliannya dalam bela diri sangat luar biasa. Lompatan dan keseimbangannya sungguh menakjubkan.Sepulu

  • Nambah Lagi Dong, Sayang   Bab 2. Masih Hidup

    Sakti membuka matanya.Ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Semua terasa kaku.Wajahnya terasa sangat perih. Ada sesuatu yang berat di kepala dan wajah. Seperti ada kain yang melilit kepalanya dan hampir menutupi mata.Pandangan Sakti berkunang-kunang."Aah…," erang Sakti berusaha menggerakkan tang

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status