"Sayang, akhirnya kamu menemui Mama lagi," ucap Valeria dengan lembut dan hangat, seolah dia sangat merindukan putrinya tersebut.Alisha senyum hangat, menatap berseri-seri pada sang mama. 'Kamu pikir hanya kamu saja yang jago bermuka dua, Heh? Aku juga bisa! Sekalipun aku benci mengakuinya, aku ini putrimu dan aku mewarisi bakat sialanmu itu.' batin Alisha, langsung memeluk mamanya dengan penuh kehangatan. "Mama, aku sangat merindukan Mama. A-aku ketakutan, a-aku ketahuan ingin membunuh si Jahat Alaric dan aku dihukum oleh si Tua," ucap Alisha dengan nada murung, menatap sedih pada mamanya–setelah dia melepas pelukannya dari Valeria. "Duduk dulu, Sayang." Valeria berkata dengan nada lembut. Setelah Alisha duduk di kursi cafe–tempat mereka bertemu, Valeria langsung menggenggam tangan putrinya, "tapi kamu tidak apa-apa kan, Sayang? Apa Ayah menyiksamu? Alaric jahat padamu?""Iya, mereka jahat." Alisha mengangukkan kepala dengan lemah, bibir melengkung ke bawah–menunjukkan kalau dia b
Baca selengkapnya