Lima menit.Dalam situasi normal, mungkin terasa singkat.Namun, di tengah halaman Windsor yang hancur, di antara tanah retak, serpihan es, dan bekas terbakar, lima menit terasa seperti satu babak panjang yang menggantung di ujung napas.Tak ada yang benar-benar bergerak.Maverick berdiri dengan aura es berdenyut liar di sekelilingnya. Uap dingin keluar dari tubuhnya seperti kabut musim dingin. Darah yang menetes dari hidungnya sudah membeku menjadi kristal merah tipis.Kevin berdiri beberapa meter di depannya. Bahu masih terasa nyeri. Dada tergores. Darah mengering di bibir. Rokok menthol tadi sudah ia lempar entah ke mana.Claudia berbisik tak sabar. Isabella menggigit kuku. Arthur hanya bisa menelan ludah.Kemudian...Gerbang besi berderit.Anak buah keluarga Spencer berlari masuk dengan napas terengah, wajah memerah, tangan menggenggam sebungkus rokok kretek.Ia berhenti di depan Kevin, membungkuk sedikit. “Tuan Kevin...”Kevin menerimanya dengan khidmat.Seolah menerima benda suci
Baca selengkapnya