“Kau suka rasanya?” Suara Julie mengalun ringan, selembut angin laut yang berembus dari arah pantai. Senyumnya hangat, matanya memantulkan cahaya senja yang keemasan saat mereka duduk berhadapan di Kafe Ice Cream “Baixue”, tepat di tepi garis ombak yang berdesir pelan.Aroma manis es krim bercampur dengan asin laut memenuhi udara. Suara debur ombak, tawa anak-anak, dan denting sendok beradu dengan gelas menciptakan suasana santai—terlalu santai untuk seseorang seperti Kevin.“Aku lebih suka rasa kacang hijau,” jawab Kevin singkat, sendoknya hanya berputar pelan di atas es krim tanpa benar-benar menyuapnya. “Dulu… Kakak pernah membawakannya untukku waktu masih di Sussex Mountain.”Nada suaranya datar, tapi ada sesuatu yang samar—seperti bayangan masa lalu yang enggan hilang.Julie sedikit memiringkan kepala, tetap tersenyum. “Matcha ini juga enak… lagi populer sekarang,” katanya, mencoba mencairkan suasana.Kevin tidak langsung menjawab.Matanya bergerak.Bukan sekadar melihat—menghitun
Baca selengkapnya