Tidak lama setelah Xyro keluar, papa mereka masuk ke dalam kamar itu."Ali, bagaimana kondisimu? Udah baikan, kan?" tanya Roni kepada putranya."Iya, Pah, sudah mendingan," jawab Ali."Baguslah kalau begitu. Oh ya, tadi Xyro bilang kamu mau bicara sama Papa, mau ngomongin apa ya, makanya Papa masuk," ujar Roni."Ah... tidak kok, Pa..." ucap Ali bingung, sebab dia tidak pernah meminta Xyro memanggilkan papa mereka."Benarkah? Tapi tadi Xyro bilang kamu mencari Papa, tadi dia bilang begitu," kata Roni."Ah sialan sih Xyro, ini pasti soal itu. Dia malah mengopernya padaku. Awas ya kamu, Xyro. Sialan emang," kesal Ali, akhirnya mengerti apa maksud Xyro berbohong kalau dia telah meminta Papa mereka menemuinya."Oh, itu Pa. Ali mau beritahu Papa, kalau Xyro katanya mau kuliah di Amerika," ujar Ali. Dia tidak mau kalah begitu saja, dia pun menjadikan Xyro sebagai pelakunya."Apa? Kamu serius? Tapi kok tadi dia tidak bicara apa-apa waktu ketemu Papa?" kata Roni."Iya, Papa tahu sendiri, Xyro
Zuletzt aktualisiert : 2026-03-03 Mehr lesen