Rio bergerak dengan penuh ambisi, mencoba mendominasi setiap inci tubuh Maudy yang kaku bagai es. Ada ego yang besar di dalam dada Rio malam itu. Dia bukan hanya ingin mengambil haknya, tetapi dia ingin membuktikan bahwa dia jauh lebih hebat dari Bayu dalam segala hal, termasuk di atas ranjang.Rio menyentuh Maudy dengan gerakan yang sengaja dibuat lambat, mencoba meniru kelembutan yang mungkin pernah diberikan Bayu. Rio memperhatikan setiap nafas Maudy, mencoba mempelajari titik lemah istrinya, seolah sedang melakukan sebuah eksperimen kompetitif. Dia ingin Maudy mendesah, ingin Maudy mengakui kehebatannya, dan ingin menghapus bayang-bayang Bayu dari ingatan istrinya."Lihat aku, Maudy. Lihat, siapa yang sedang bersamamu sekarang? Bukan pelayan rendahan itu, tapi suamimu,” bisik Rio dengan suara serak yang dipaksakan.Maudy tetap memalingkan wajahnya ke samping, menatap gorden jendela yang tertiup angin kecil. Matanya kosong, tidak ada kilat gairah, yang ada hanyalah genangan air
Last Updated : 2026-03-30 Read more