Suasana di lobi yang biasanya tenang dan berwibawa kini berubah menjadi panggung drama yang mencekam. Rio, dengan wajah memerah menahan amarah, melangkah maju hingga jaraknya hanya terpaut beberapa senti dari Bayu. Napasnya memburu, kontras dengan Bayu yang masih saja menyandarkan bahunya di pilar marmer dengan gaya santai, seolah ia sedang menunggu angkutan umum, bukan sedang menghadapi putra mahkota perusahaan."Kamu benar-benar sudah gila, Bayu!" Bentak Rio, suaranya rendah tapi tajam dan penuh kebencian.“Kalau saya aja gila, terus Pak Rio ini apa? Berani membayar ku untuk…..” Belum sempat Bayu melanjutkan, Rio sudah memotong. "Diam kamu! Kamu pikir dengan bualanmu soal kepemilikan gedung, aku akan takut? Kamu itu cuma parasit yang kebetulan menempel pada Maudy di saat dia lemah. Keluar sekarang, sebelum aku sendiri yang menyeretmu ke aspal!" Bayu tertawa kecil, sebuah tawa ringan yang terdengar sangat menjengkelkan di telinga Rio. "Aduh, Pak Rio... jangan galak-galak begitu.
Zuletzt aktualisiert : 2026-03-17 Mehr lesen