Satu jam berlalu seperti kedipan mata di dalam kamar yang kedap suara itu. Waktu yang singkat tapi terasa begitu padat karena Maudy menumpahkan seluruh beban yang menyesakkan dadanya. Bayu, dengan kesabaran seorang pria yang telah lama menanti, menjadi pendengar yang tak bernapas, membiarkan setiap rintihan dan amarah Maudy terserap ke dalam dadanya.Namun, ketenangan itu perlahan mulai memanas kembali. Kehadiran Maudy yang begitu dekat, aroma rambutnya yang menyerang indra penciuman Bayu, dan fakta bahwa wanita ini akhirnya kembali ke pelukannya, membuat gairah yang sempat diredam kini berkobar lebih hebat. Bayu mulai mencondongkan tubuhnya, kembali mengecup bibir Maudy dengan lumatan-lumatan kecil yang menggoda, lalu turun menjilati leher jenjang perempuan yang telah dijodohkan dengannya sejak kecil itu.Tangan Bayu mulai merayap, mencoba membuka kancing blus Maudy satu per satu dengan gerakan yang menuntut. Namun, saat jemari Bayu menyentuh kulit perutnya, Maudy tersentak. Ia mem
Zuletzt aktualisiert : 2026-04-06 Mehr lesen