Di dalam kamarnya yang terkunci rapat, Maudy menggenggam ponselnya dengan jemari yang masih sedikit gemetar. Di layar, pesan dari Bayu terpampang jelas, memberikan kekuatan yang tidak bisa ia dapatkan dari siapa pun di rumah ini."Jangan biarkan dia melihat ketakutanmu, Maudy. Rio sedang merasa di atas angin, tapi itu justru saat di mana dia paling ceroboh. Tunjukkan padanya bahwa kamu sudah bangkit. Mungkin kamu bisa mulai Kembalibekerja, ambil kendali bisnis keluargamu. Aku di sini, akannmengawasi setiap langkahmu, menjamin keamananmu,” tulis Bayu pada pesan yang dia kirim untuk Maudy. Setelah membaca pesan itu, rasa cemas Maudy perlahan memudar. Dia tidak terpancing dengan sikap angkuh Rio. Karena bisa jadi, Rio hanya sedang menyerangnya balik.“Kamu benar Bayu. Aku harus bangkit. Aku akan kembali produktif seperti dulu,” balas Maudy.Maudy menarik napas panjang, menatap pantulan dirinya di cermin. Ia memulas bibirnya dengan warna merah yang lebih berani dari biasanya. Tubuhnya s
Read more