Pagi itu, suasana di kamar rumah sakit terasa berbeda. Tidak ada lagi bau obat-obatan yang menyesakkan, melainkan aroma harapan yang samar. Maudy bergerak dengan tenang, melipat satu per satu pakaian ibunya ke dalam koper kecil. Meski gerakannya terlihat stabil, matanya sesekali melirik ke arah pintu, berharap sosok yang menjadi sandarannya selama seminggu terakhir muncul di sana.Namun, kursi di pojok ruangan yang biasanya diduduki Bayu tampak kosong.Ibu Maudy, yang sudah duduk di tepi ranjang dengan pakaian rapi, menyadari ketidakhadiran pria itu. Ia menatap berkeliling, mencari sosok tegap yang belakangan ini selalu memberikan rasa aman."Maudy, di mana Bayu? Apa dia tidak ikut menjemput kita?" tanya Ibunya dengan suara yang masih agak parau, tapi sarat akan rasa kehilangan.Maudy menghentikan kegiatannya sejenak, lalu tersenyum tipis untuk menenangkan ibunya. "Bayu sengaja tidak datang hari ini, Bu. Dia sudah mengatur semuanya. Mulai dari administrasi rumah sakit hingga taks
Read more