Keesokkan harinya, Cindy bersiap untuk meninggalkan kamar perawatannya. Empat hari telah berlalu sejak insiden berdarah di kantor Bayu, dan meskipun luka di lengannya mulai mengering di balik balutan perban putih, luka di hatinya masih terasa basah dan perih.Pagi itu, Bayu datang lebih awal. Dia tidak banyak bicara, hanya fokus menyelesaikan tumpukan administrasi di meja kasir agar Ibu angkatnya tidak perlu merasa pusing dengan biaya rumah sakit yang membengkak. Setelah semuanya beres, Bayu kembali ke kamar dengan langkah tenang, mendapati Cindy sudah duduk di tepi ranjang dengan pakaian rumah yang longgar, sementara Ibu angkatnya sedang sibuk merapikan sisa-sisa buah dan pakaian ke dalam tas jinjing."Semua administrasi sudah selesai, Bu. Mobil juga sudah menunggu di lobi," ujar Bayu datar, suaranya tenang dan ada jarak yang jelas terasa.Ibu angkat Bayu menghentikan kegiatannya. Menoleh ke arah Bayu, lalu tersenyum sambil mengangguk pelan. Dia menarik napas panjang, lalu duduk d
Read more