공유

Bab 209

작가: Kak Han
last update 게시일: 2026-05-02 16:34:55

Keesokkan harinya, Cindy bersiap untuk meninggalkan kamar perawatannya. Empat hari telah berlalu sejak insiden berdarah di kantor Bayu, dan meskipun luka di lengannya mulai mengering di balik balutan perban putih, luka di hatinya masih terasa basah dan perih.

​Pagi itu, Bayu datang lebih awal. Dia tidak banyak bicara, hanya fokus menyelesaikan tumpukan administrasi di meja kasir agar Ibu angkatnya tidak perlu merasa pusing dengan biaya rumah sakit yang membengkak. Setelah semuanya beres, Bayu k
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 211

    Setelah perdebatan sengit yang memalukan di lobi, Rio akhirnya menyerah dan melangkah menuju lift tamu dengan gerutu yang tak henti-hentinya keluar dari mulutnya. Notaris di sampingnya hanya bisa menunduk, memperbaiki letak kacamatanya berulang kali, merasa seolah-olah martabat profesinya sedang dipertaruhkan karena mendampingi pria yang temperamental seperti Rio.​Lift bergerak naik perlahan. Setiap kali angka lantai di atas pintu lift bertambah, napas Rio semakin memburu. Dia sudah membayangkan dirinya duduk di kursi kebesaran Bayu, memutar kursi itu ke arah jendela, dan menatap kota sebagai penguasa mutlak. Begitu pintu lift terbuka di lantai eksekutif, Rio melangkah keluar dengan hentakan kaki yang keras di atas karpet mewah yang meredam suara. Namun tidak meredam aura kemarahan yang dia bawa.​Dia melewati meja asisten yang biasanya ditempati oleh Cindy. Kini, di sana duduk seorang karyawan pria muda yang tampak cekatan, menggantikan posisi Cindy untuk sementara waktu. Karyawan i

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 210

    Pada saat yang bersamaan, lantai lobi perusahaan milik Bayu siang itu tampak sibuk dengan suara ketukan sepatu di atas lantai granit yang dipoles mengkilap dan hiruk-pikuk karyawan yang berlalu-lalang.Di sana tampak Rio melangkah masuk dengan dagu terangkat tinggi, mengenakan setelan jas terbaiknya yang dia rasa paling cocok untuk merayakan hari kemenangan bersejarah ini. Di sampingnya, seorang pria paruh baya berkacamata yang merupakan notaris pilihannya berjalan dengan tas dokumen yang berat.​Rio menarik napas dalam-dalam, menghirup aroma kemewahan gedung itu yang dia kira sebentar lagi akan menjadi miliknya secara mutlak. Tidak ada lagi nama Bayu sebagai pemilik. Dia merasa seperti seorang raja yang kembali dari pengasingan untuk merebut takhtanya.​Dengan langkah mantap, dia melewati resepsionis tanpa menoleh dan langsung menuju deretan lift eksekutif di sudut ruangan. Lift yang biasanya hanya bisa diakses oleh Bayu dan para petinggi tingkat atas. Namun, sebelum jemarinya sempat

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 209

    Keesokkan harinya, Cindy bersiap untuk meninggalkan kamar perawatannya. Empat hari telah berlalu sejak insiden berdarah di kantor Bayu, dan meskipun luka di lengannya mulai mengering di balik balutan perban putih, luka di hatinya masih terasa basah dan perih.​Pagi itu, Bayu datang lebih awal. Dia tidak banyak bicara, hanya fokus menyelesaikan tumpukan administrasi di meja kasir agar Ibu angkatnya tidak perlu merasa pusing dengan biaya rumah sakit yang membengkak. Setelah semuanya beres, Bayu kembali ke kamar dengan langkah tenang, mendapati Cindy sudah duduk di tepi ranjang dengan pakaian rumah yang longgar, sementara Ibu angkatnya sedang sibuk merapikan sisa-sisa buah dan pakaian ke dalam tas jinjing.​"Semua administrasi sudah selesai, Bu. Mobil juga sudah menunggu di lobi," ujar Bayu datar, suaranya tenang dan ada jarak yang jelas terasa.​Ibu angkat Bayu menghentikan kegiatannya. Menoleh ke arah Bayu, lalu tersenyum sambil mengangguk pelan. Dia menarik napas panjang, lalu duduk d

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 208

    Matahari siang itu bersinar dengan terik yang menyengat, seolah berusaha menguapkan sisa-sisa ketegangan yang masih melekat di udara. Bayu tidak membiarkan satu jam pun terbuang sia-sia. Setelah memastikan Maudy baik baik saja dan sudah mendapatkan pemeriksaan medis yang diperlukan, dia segera memacu mobilnya menuju sebuah gedung perkantoran tinggi di pusat kota, tempat kantor hukum paling terkemuka di negeri ini berada.“Mau kemana kita Bayu?” tanya Maudy ketika melihat arah jalan yang bukan menuju ke kantor, maupun ke rumahnya.“Menemui pengacara Maudy. Untuk mengurus perceraian kamu,” jawab Bayu.“Owh. Tapi… apa tidak seharusnya besok pagi saja. Seharian ini, kamu sangat sibuk. Mulai dr menangani Cindy hingga menyelamatkanku dari penculikan. Aku takut, kamu kecapekan. Belum lagi nanti kamu harus lembur ngurusin pekerjaan kantor,” ujar Maudy menyampaikan kecemasannya.“Justru aku tidak akan bisa tidur tenang jika gugatan Rio ini tidak segera diurus. Setiap waktu kita berharga. Jang

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 207

    Mobil Bayu melesat membelah keremangan senja, meninggalkan gudang tua yang menjadi saksi bisu penghinaan terhadap harga diri mereka. Bayu memacu kendaraannya dengan satu tangan, sementara tangan kirinya menggenggam erat jemari Maudy yang terasa sedingin es. Suasana di dalam kabin mobil begitu sunyi, hanya deru mesin dan napas Maudy yang masih terdengar berat dan tidak teratur.​Bayu sesekali melirik ke arah di sebelahnya. Maudy tampak menyandarkan kepalanya pada kaca jendela, matanya kosong menatap gedung gedung tinggi di pinggiran kota. Wajahnya yang semula ayu kini tampak sangat rapuh, dengan bekas guratan merah di sudut bibirnya akibat kain pembungkam tadi.​"Kita harus ke rumah sakit sekarang," ujar Bayu dengan nada suara yang tidak menerima bantahan. Fokusnya terbagi antara jalanan dan kondisi wanita di sampingnya. "Nggak perlu, Bayu. Aku baik-baik saja. Tolong bawa aku pulang saja,” sahut ​Maudy menggeleng lemah tanpa menoleh.​"Nggak, Maudy. Jangan keras kepala! Tubuhmu lemas

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 206

    Bayu segera menarik dokumen pengalihan aset yang baru saja dia tanda tangani ke sisi meja. Namun tangannya tetap menindih kertas itu dengan kuat. Tatapannya setajam sembilu, tertuju lurus pada Rio yang masih tampak pongah dengan tawa kemenangannya.​"Giliranmu. Sekarang juga, tanda tangani surat cerainya, Rio. Sekarang!” bentak Bayu. Suaranya pelan, tapi mengandung ancaman yang sangat nyata.​Lyra, yang sudah tidak sabar ingin segera mendekap dokumen aset tersebut, menoleh ke arah Rio. Dia tidak peduli pada urusan asmara atau kebencian antara Rio dan Maudy, ia hanya ingin urusan ini selesai agar dokumen di bawah tangan Bayu bisa segera ia kuasai.​"Ayo, Rio. Jangan buang waktu lagi. Sesuai kesepakatan, tanda tangani surat itu dan biarkan mereka pergi. Aku sudah mendapatkan apa yang aku mau, jadi jangan buat masalah ini berlarut-larut karena egomu," cetus Lyra. Meski ia licik, Lyra adalah tipe orang yang konsekuen. Dia tidak berpihak pada Rio saja atau Bayu saja. Dia hanya berpihak p

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 24

    Pintu kamar hotel tertutup perlahan, meninggalkan hiruk-pikuk dunia luar di balik dinding beton yang tebal. Di dalam kamar yang hanya diterangi lampu yang redup, suasana terasa begitu pekat dan berat. Maudy duduk di tepi ranjang besar, jemarinya meremas sprei sutra dengan tatapan yang kosong ke arah

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 18

    Maudy hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Bayu, lalu beralih menatap Lyra dengan raut wajah tidak enak hati. "Maaf ya, Lyra. Bayu memang begitu, dia OB yang sedikit bandel di sini. Jangan dimasukkan ke hati ucapan lancangnya tadi," ucap Maudy meminta maaf pada Lyra. ​Lyra hanya tertawa k

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 17

    Pagi itu, Bayu datang terlambat. Dia sedikit berlari menuju pintu masuk. Langkah kaki Bayu terhenti di lobi utama gedung perkantoran mewah itu saat Jam di dinding sudah menunjukkan pukul delapan lewat tiga puluh menit. Sebuah rekor keterlambatan baginya yang biasanya selalu datang paling awal. Pikir

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 16

    Bayu menepi di bawah pohon rindang yang agak jauh dari butik itu. Ia menatap layar ponselnya yang menampilkan foto Rio tengah tertawa mesra bersama wanita itu. Jarinya gemetar, berada hanya beberapa milimeter di atas tombol Kirim ke kontak Maudy. ​"Kalau aku kirim sekarang, apa yang terjadi?Bu Mau

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status