Dokter Maya menatap monitor beberapa detik lagi untuk memastikan temuannya. Jemarinya menekan beberapa tombol pada mesin USG, lalu mengukur sebuah titik kecil yang tampak di layar. Senyumnya perlahan mengembang. Ia menoleh ke arah pasangan suami istri itu. “Selamat,” suaranya terdengar hangat. “Kehamilannya sudah terlihat.” Sasqia membeku. Bibirnya sedikit terbuka, tetapi tak satu kata pun keluar. Tatapannya bergantian antara dokter, monitor, lalu Kaelix. “Dok,” suaranya bergetar. “Jadi … saya benar-benar hamil?” Dokter Maya mengangguk mantap. “Iya.Selamat. Anda benar-benar sedang mengandung.” Air mata langsung memenuhi kedua mata Sasqia. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangan, tangis haru pecah tanpa bisa ditahan. “Aku … aku hamil,” gumamnya berulang-ulang, seolah masih tidak percaya. Di sampingnya, Kaelix juga terdiam. Pria yang selama ini selalu terlihat tenang itu hanya menatap layar USG tanpa berkedip. Tatapannya perlahan bergeser kepada wajah istrinya yang sedang menang
Read more