Share

Pintar Memanjakan

Author: Rucaramia
last update publish date: 2026-03-28 14:57:24

Mulut Jarrel terasa begitu hangat dan basah. Lidahnya yang bertekstur memutar-mutar area sekeliling puncak. Perlahan mendekat, lalu mendorong kecil untuk kemudian menarik dan menghisap. Mengembuskan desah rendah, aku memandangi Jarrel dengan celah di bibirnya. Alisnya saling dekat dan memunculkan kerut di kening. Pria itu menyeringai tipis sambil menjetik-jentik. Satu tangan berkelana di puncak yang lain, memilin lembut dengan ibu jari dan telunjuk.

“Oh… Jarrel,” satu desah lolos di detik yang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Obsesi Bos Baruku   Fingering

    Aku jadi penasaran tetapi tak bisa berpikir jernih karena setiap kali Jarrel menekan permukaan klitorisnya, maka gugur pula sisi kewarasan di dalam kepala. Yang tersisa hanya fokus pada geli-geli sedap yang dihantarkan oleh pria itu hingga menjalar sepanjang tulang belakang sebelum pecah di dalam otak.Hanya butuh waktu yang singkat untuk memicu madu di dalam tubuhku. Namun Jarrel selalu saja melahapnya dengan lumat cepat, tak bisa membiarkan mulutnya kosong dari jus cinta yang keluar dariku.Aku menggelinjang ketika Jarrel menyapu atas bawah, bolak-balik daging kecil kaya sel saraf yang kurasa sudah membengkak karena ulahnya. Sensasi luar biasa, bagai kebahagiaan yang tumpah ruah ke seluruh saluran dalam tubuhku. Aku cepat-cepat menangkup mulutku sendiri karena desahan yang keluar cukup memenuhi ambang batas kata ‘berisik’. Riskan terdengar oleh orang lain.Namun upayaku sia-sia, karena Jarrel baru saja mengarahkan jari tengah dan jari manisnya pada bukaan rekah di bawah sana, melesa

  • Terjerat Obsesi Bos Baruku   Pintar Memanjakan

    Mulut Jarrel terasa begitu hangat dan basah. Lidahnya yang bertekstur memutar-mutar area sekeliling puncak. Perlahan mendekat, lalu mendorong kecil untuk kemudian menarik dan menghisap. Mengembuskan desah rendah, aku memandangi Jarrel dengan celah di bibirnya. Alisnya saling dekat dan memunculkan kerut di kening. Pria itu menyeringai tipis sambil menjetik-jentik. Satu tangan berkelana di puncak yang lain, memilin lembut dengan ibu jari dan telunjuk.“Oh… Jarrel,” satu desah lolos di detik yang sama ketika pelupuk mataku terasa memberat. Aku membusungkan sedikit tubuhku seakan meminta Jarrel menelan semuanya.“Aku bisa berlama-lama disini, kalau itu yang kau mau,” sahut Jarrel sebelum melahap yang sebelah bergantian. Memanjakanku dengan kulum lezat dan pijat jemari. Terkadang ia menggigit main-main, menggesekan gigi pada area yang membuatku mengernyit dan merintih secara tertahan dalam kondisi telapak yang satu mendarat di belakang kepalanya, sementara yang lain menutup mata putus asa.

  • Terjerat Obsesi Bos Baruku   Ciuman Penuh Ekstasi

    Beribu pertanyaan berjejer rapi di otakku, tetapi tidak satu pun dapat meluncur keluar. Sebab cara Jarrel menatapku sekarang begitu intens. Begitu dalam, tajam, dan lekat, seolah-olah sedang mengurai isi hatiku dengan telanjang. Punggung jemari si pria mengusap batang hidungku, menyingkirkan sehelai rambut yang tersangkut di bulu mata. Kemudian menangkup pipiku. Aku terbuai oleh seberapa menakjubkannya cara ia menyentuhku.Perlahan, paras Jarrel yang dipahat dengan tangan Maha Terampil mendekat. Ia hanya berhenti dua detik untuk memberikan kesempatan jika aku betulan tak mau. Namun di persimpangan itu, aku malah sibuk berdiri diantara hujan bisik larangan yang memenuhi otak frontalku. Sebelum bibir atas Jarrel membentur bibirku. Lalu seperti ada sebuah kabut disana, aku tiba-tiba dilingkupi oleh ruang hampa dan kedap suara, tak dapat mendengar apapun kecuali tabuh jantungku sendiri. Semakin melabuh Jarrel ke bawah –mempertemukan seluruh milik kami berdua dengan begitu lembut— semakin

  • Terjerat Obsesi Bos Baruku   Apa Maksudnya?

    “Seperti apa?”Aku sempat terdiam beberapa saat sebelum mengolah kata. Aku menatapnya yang tampak sedang menuntut jawaban. “Membelikanku barang dari mini market, dan—dan… memperlakukanku dengan lembut? Kau tidak seperti ini sebelumnya padaku.”“Kenapa memangnya? kau tidak suka?” jawabnya sambil mengerutkan sebelah alis seolah apa yang aku katakan adalah hal yang aneh.“Bukannya kau pernah bilang bahwa bersikap lembut terhadap perempuan hanya membuatmu kerepotan?” sahutku cepat, teringat akan celetukannya di minggu-minggu pertama aku tinggal seatap dengannya ketika aku pernah bertanya mengapa ia jadi sangat kasar terhadap perempuan yang pernah ia tiduri sekali.“Ya, tapi aku tidak merasa kerepotan sekarang.”Mendadak isi pikiranku tumpah ruah semua. Aku tidak tahu apakah ia betulan bicara jujur dan tulus dari lubuk hatinya atau hanya menjawab sekenanya. Semua jadi terasa membingungkan. “Tidak masuk akal, aku juga perempuan.”“Kau memang perempuan, tapi kau berbeda. Aku suka melakukanny

  • Terjerat Obsesi Bos Baruku   Tiba-Tiba Berubah

    Hal pertama yang aku dapati saat membuka kedua mataku adalah matahari sudah terbit dan bahkan bersinar dengan cerah. Sinar keemasannya memasuki celah tirai dari lantai hingga langit-langit, menandakan bahwa hari ini adalah yang baik. Aku melihat kesampingku dan menemukan bahwa aku sudah ditinggalkan sendirian di atas ranjang yang luas ini. Jarrel sudah tidak ada di tempat tidur, atau lebih tepatnya ia tidak ada dimana pun di kamar ini. Alisku langsung berkerut, untuk beberapa alasan aku merasa begitu kecewa dengan situasi yang aku dapati saat ini.Yah, aku tahu sangat murahan bila memikirkan hal-hal manis di situasi ini. Namun tetap saja aku tidak dapat menyangkal adanya pengharapan aku akan terbangun dalam kondisi Jarrel masih berada disampingku dengan tangannya yang melingkari tubuhku, memberiku kenyamanan, dan membuatku merasa begitu dicintai, tepat seperti situasi yang terjadi semalam. Tapi tampaknya pria itu betulan brengsek hingga ketulang sampai kemudian aku menyadari sesuatu y

  • Terjerat Obsesi Bos Baruku   Gasengaja Confess

    Sinting memang. Bisa-bisanya ia bicara begitu sambil menekan miliknya dalam-dalam. Membuatku bisa merasakan mulut rahimku di dalam sana di kecup mesra.“Lalu setiap anak kita lahir, aku akan mengisimu lagi dan lagi. Membuatmu hamil lagi, sampai kau tidak punya waktu untuk memikirkan siapapun lagi selain aku.”Jarrel yang tidak mengeluar-masukan miliknya untuk menggosok dinding lubang milikku yang berkedut gatal. Pinggulnya justru berputar pelan dengan ritme tak menentu, mengaduk tak berarah, memastikan setiap sudut milikku bisa merasakan kehadirannya. Sesuatu yang tidak kuduga akan diberikan oleh lelaki itu untukku. Namun sisinya yang seperti ini justru malah membuatku hampir hilang akal. Penuh. Terlalu penuh.“Kau mau aku begitu, Yaya?”“Jangan melantur sialan—nggh!” Aku menggigit lidahku sendiri saat hendak mengutuknya, tak ingin ia mendengar eranganku lantaran aku mendapatkan klimaks. Aku meremas sofa yang menjadi alas kebejadan tingkah kami, tubuhku melenting tanpa bisa dicegah. M

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status