Bimo baru saja memarkirkan mobilnya di dalam garasi. Di dalam mobil, Bimo menarik nafas dalam, merasakan energi yang meluap-luap di dalam dadanya. Seharian di kantor, bayangan bibir Mayang yang bengkak dan sensasi hangat di bawah meja tadi pagi tidak sedetik pun hilang dari benaknya. Dia sudah tidak sabar ingin kembali melesakkan keperkasaan monsternya itu ke dalam lembah kenikmatan Mayang. Begitu pintu depan terbuka, Bimo langsung melihat pemandangan yang membuatnya menyeringai tipis. Di sofa ruang keluarga, Tiara tampak telungkup dengan laptop terbuka, telinganya tertutup headphone besar, sesekali kepalanya bergoyang mengikuti irama musik. Sementara di sudut sofa lainnya, Mayang sedang melipat pakaian. Bimo berjalan mendekat tanpa suara. "Aku pulang, Ma," suara Bimo yang berat membuat Mayang tersentak kaget. "B-Bimo... sudah pulang? Mau Mama buatkan minum?" tanya Mayang gugup. Ia melirik Tiara yang hanya berjarak dua meter dari mereka, benar-benar tidak sadar dengan kehadiran
続きを読む