Pintu lift terbuka pelan. Agam berdiri di balkon, membelakangi ruangan, hanya mengenakan celana kain panjang berwarna gelap tanpa atasan. Punggungnya yang lebar, berotot, dan liat tampak berkilau tertimpa cahaya lampu, memperlihatkan aura keperkasaan yang membuat Mirah merinding."Masuk, Mirah. Tutup pintunya," suara Agam berat, penuh otoritas.Mirah melangkah masuk, kakinya terasa lemas. "Malam, Pak Agam. Saya... saya siap untuk tes malam ini."Agam berbalik perlahan. Matanya yang tajam langsung mengunci sosok Mirah yang masih mengenakan seragam latihan: kaos putih ketat yang menonjolkan bentuk dadanya dan celana pendek kain.Agam melangkah mendekat, auranya begitu dominan hingga Mirah merasa oksigen di sekitarnya menipis. Agam berhenti tepat di depan Mirah, aroma sisa wiski dan parfum maskulin yang mahal menyapa indra penciuman gadis desa itu."Bersiaplah, saya mau duduk di kursi ini," perintah Agam, menunjuk kursi terapi yang didesain khusus aga
Last Updated : 2026-04-21 Read more