Lantai marmer Elegance Spa terasa sedingin es saat kaki Mirah melangkah masuk. Aroma cendana dan vanila mahal mencekik udara, sangat kontras dengan bau oli di gudang persembunyian Elang. Mirah meremas tali tasnya, mencoba meredam gemetar yang merambat hingga ke ulu hati.Di depan pintu kamar 404, Elang berhenti dan menatap Mirah dengan sorot mata yang sulit dibaca. "Ingat, Mir... sekali pintu ini terbuka, nggak ada jalan balik ke Sukamaju," bisiknya berat.Mirah hanya mengangguk pelan, napasnya terasa pendek dan sesak. Ia mendorong pintu jati itu, masuk ke dalam ruangan yang hanya diterangi lampu dinding kuning temaram. Agam sudah menunggu di sana, duduk santai di tepi bed dengan hanya lilitan handuk putih di pinggangnya."Lama sekali, Elang. Saya hampir bosan menunggu kuncup desa ini," suara Agam memecah keheningan dengan nada provokatif.Mirah mematung, matanya tertuju pada dada bidang Agam yang masih lembap oleh sisa uap sauna. "S-saya sudah s
Last Updated : 2026-04-20 Read more