Elang membuka tudung kepalanya, memperlihatkan wajah keras dengan sorot mata yang melindungi. Di meja kayu, layar monitor menampilkan rekaman CCTV area depan Gading Resto yang kini ricuh. "Tempat aman, setidaknya Doni dan anjing-anjingnya nggak akan mencium bau kamu di sini," ucapnya datar.Mirah menenggak air mineral dengan rakus hingga tetesan dingin membasahi leher kemejanya. Ia menatap Elang yang kini sibuk memeriksa sirkuit digital di depannya. "Kenapa kamu terus-terusan nolong aku? Siapa kamu sebenarnya?" tanya Mirah dengan suara yang masih bergetar.Elang menoleh perlahan, sorot matanya yang tajam seolah mampu menguliti batin Mirah hingga ke akar. "Sudah saya bilang, namaku nggak penting. Anggap saja aku orang yang nggak suka liat barang bagus dihancurin secara percuma," jawabnya dingin."Barang bagus?" Mirah tersenyum pahit, matanya berkaca-kaca menahan sesak. "Di mata kalian semua, aku ini memang cuma barang, kan? Mas Doni, Pak Broto, bahkan mungkin kam
Last Updated : 2026-04-20 Read more