Malam itu, ruang kerja Agam terasa lebih sempit dari biasanya. Padahal, ruangan ini adalah yang paling luas di seluruh gedung Elegance Spa. Di tengah ruangan, sebuah meja jati besar berdiri kokoh, memisahkan dua kubu yang selama berminggu-minggu ini saling lempar pandang penuh duri.Di sisi kiri, Sesil berdiri bersama barisan terapis senior—Maya, Ratna, dan Sari—dengan dagu terangkat dan tangan bersedekap. Di sisi kanan, Mirah dan Nani berdiri berdampingan. Mirah nampak tenang meski jemarinya saling bertautan erat, sementara Nani terus-menerus menggerakkan kakinya, sebuah tanda kegelisahan yang tak bisa disembunyikan.Agam duduk di kursi kebesarannya, menyandarkan punggung sambil mengamati asap dari cerutu mahalnya yang menari-nari di bawah lampu gantung. Keheningan itu begitu pekat, seolah suara jatuhnya sebatang jarum pun akan terdengar seperti ledakan meriam."Saya sudah mendengar semua keluhan kalian. Saya juga sudah melihat laporan dari
Last Updated : 2026-04-27 Read more