Suasana di lorong mess pagi ini terasa lebih dingin dari biasanya. Nani melangkah keluar dari kamarnya dengan dagu terangkat tinggi, mengenakan jubah mandi sutra merah menyala. Ia tidak lagi melihat Mirah sebagai sahabat, melainkan sebagai target yang harus segera disingkirkan dari panggung Elegance Spa.Di ruang rias, Sesil sedang merapikan jadwal harian dengan wajah kaku. Nani mendekat, lalu duduk di kursi sebelah Sesil sambil mematut diri di cermin."Pagi, Mbak Sesil. Masih sibuk dengan daftar tamu reguler?" sapa Nani dengan nada suara yang sengaja dibuat manis namun tajam.Sesil hanya melirik lewat pantulan cermin. "Jadwal tetap jalan, Nan. Jangan mentang-mentang kamu dapat tips besar semalam, kamu jadi lupa aturan di sini. Fokus saja pada kerjamu."Nani tertawa kecil, tawa binal yang kini menjadi ciri khasnya. "Oh, saya sangat fokus, Mbak. Terutama untuk jadwal lusa. Saya dengar Mirah dapat tamu VIP Malaysia itu, ya? Apa Mbak yakin
Last Updated : 2026-04-24 Read more