"Maaf, Oma. Ini pernikahanku dan Senja. Oma tidak punya hak ikut campur," ujar Langit menatap sang nenek dengan wajah datar, meski sorot matanya menunjukkan ketegasan yang tak bisa digoyahkan. Wanita tua itu mengepalkan kedua tangannya. "Jadi kamu mau melawan Oma? Mempertahankan pernikahanmu?" "Iya," jawab Langit mantap, tanpa sedikit pun keraguan. Oma Hanna berdecak pelan. Tatapannya kemudian beralih kepada Senja yang sejak tadi hanya terdiam sambil menggenggam erat tangan ibunya yang terus menangis. "Memangnya kamu tidak malu punya istri yang masih memiliki hubungan dengan mantan kekasihnya?" ucapnya sinis. "Oma Hanna benar, Mas." Bulan langsung menyahut. "Senja tidak pantas buatmu. Nanti keluarga Bramantyo juga akan malu kalau sampai orang-orang tahu perselingkuhannya." "Diam kamu, Bulan!!!" bentak Wulandari marah. Dadanya naik turun menahan amarah, sementara air mata terus mengalir tanpa mampu ia bendung lagi. Rasa kecewa, marah, sekaligus hancur memenuhi dadanya. Putri yan
Ler mais