Sudah tiga hari Senja berada di Jakarta. Selama itu pula ia dan Langit memilih menginap di hotel dengan alasan lebih dekat dengan rumah sakit tempat Oma Hanna dirawat. Sejak malam itu, hubungan Senja dan Langit perlahan berubah menjadi lebih hangat. Senja tak lagi menolak perhatian dan kepedulian Langit. Ia juga tak lagi menjaga jarak seperti sebelumnya. Kini, dua sejoli itu tidur di ranjang yang sama. Meski belum sampai melakukan hubungan suami istri, setiap malam Langit selalu memeluk tubuh Senja saat tidur. “Semarah apa pun kamu sama aku, atau sebaliknya, tapi saat tidur kita harus berpelukan.” Itu adalah satu permintaan Langit yang, mau tak mau, akhirnya disetujui Senja. Sebagai gantinya, Senja juga mengajukan satu syarat. Ia meminta Langit tidak memaksanya melakukan hubungan badan sebelum dirinya benar-benar siap. “Aku janji, tidak akan memaksamu. Aku akan menunggu sampai kamu benar-benar siap," Dengan lapang dada, Langit menerima permintaan itu. Ia sadar, sampai saat ini
Read more