“Bikin malu!!” Tangan Himawan sudah terangkat tinggi, nyaris mendarat, namun mendadak terhenti di udara saat suara deru mobil memecah ketegangan di depan rumah itu. Himawan terkejut begitu melihat mobil siapa yang berhenti di rumahnya itu. "Langit," gumamnya dengan tubuh membatu. “Selamat siang,” ucap Langit begitu keluar dari mobilnya. Tatapannya tajam, lurus mengarah pada tangan Himawan yang masih menggantung. “Selamat siang,” jawab Himawan, buru-buru menurunkan tangannya. Tak hanya Langit. Kedua orang tuanya pun turut datang. Adityawarman dan istrinya keluar dari dalam mobil. Himawan segera bergegas menyambut mereka, mempersilakan masuk dengan sikap penuh hormat. Di sisi lain, Wulandari menggandeng tangan Kinasih, mengajaknya masuk ke dalam rumah. “Senja, aku pulang saja, ya....” bisik Safia pelan. Melihat tamu yang sepertinya penting, ia jadi meras sungkan. Senja mengangguk. “Besok aku bawakan laptopnya ke kampus,” balasnya, sebelum ikut melangkah masuk. Di ru
Read more