Senja terkesiap. Matanya menatap Langit tanpa berkedip. Kaget, bingung dan lebih dari itu... tak percaya. Ucapan pria di hadapannya barusan terasa begitu mendadak, begitu jauh dari dugaan, sampai pikirannya seolah berhenti bekerja untuk beberapa saat. "Senja...." panggil Langit dengan suara lembut. Namun gadis itu masih terpaku, seakan tak mampu bergerak maupun menjawab. Langit menarik napas panjang. Pelan, tangannya terulur, meraih tangan Senja yang terdiam di atas meja. Genggamannya terasa hangat, namun tetap tak bisa menggerakkan lidah Senja yang tiba-tiba membeku. "Aku tahu kamu punya luka di masa lalu, aku pun sama, masih sulit membuka hati lagi. Tapi mari kita coba menyembuhkan luka itu bersama." Ia mengeratkan genggaman tangannya. "Memberi hati kita kesempatan, untuk bahagia." Senja mengerjap pelan. Ucapan Langit, sentuhan tangannya, ketulusan di wajah pria itu... Semuanya seperti menembus dinding tebal yang selama ini ia bangun dalam hati. Namun lidahnya masih kelu
Read more