Aku mengidap penyakit mematikan. Menjelang ajal, aku menyiapkan surat cerai dan surat wasiat untuk suamiku.Namun, dia malah berkata kepadaku, "Orang jahat itu panjang umur, kamu nggak bakal mati. Kalau kamu beneran mati, aku pasti bakal nyalain petasan buat ngerayainnya."Kemudian, aku benar-benar mati. Di kantor polisi, dia memeluk jasadku yang sudah tidak dikenali lagi sambil bergumam sendiri, "Sayang, jangan bercanda lagi ya. Setelah pulang kali ini, gantian aku yang masakin buat kamu, oke?"……Larut malam, Yosef akhirnya pulang dengan aroma alkohol yang samar.Saat melihatku duduk di sofa, sebersit keterkejutan sempat muncul di matanya sebelum kembali tenang. Dia bertanya, entah kepadaku atau pada dirinya sendiri, "Belum tidur?"Nada bicaranya sama sekali tidak menutupi rasa muaknya.Aku berdiri sambil menggenggam erat surat cerai di tangan, "Yosef, ada yang mau aku omongin sama kamu."Dia melirikku sekilas. Tatapannya beralih pada gelas alkohol di sampingku, membuat alisnya yang
Read more