"Renata, menjauh dari sana!" teriak Julian, moncong senapannya terkunci tepat di kepala Devan. "Dev, dengar aku! Lepaskan Renata, maka aku akan membujuk Julian untuk mengampunimu!" seru Arthur, berdiri di samping Julian dengan posisi yang ambigu. Devan menyadari dirinya terjebak dalam sandiwara maut. Dengan refleks gila, ia menarik Renata, menempelkan pisau tajam ke leher wanita itu hingga darah menetes. "Jangan mendekat! Aku akan membunuhnya! Aku bersumpah!" Suasana membeku. Tiga pria paling berpengaruh dan berbahaya dalam hidup Renata kini saling mengarahkan senjata, menciptakan segitiga kematian dengan Renata sebagai pusat pusaran badai. "Cukup!" Teriakan Renata menggelegar, menghentikan segala kebisingan. Dengan kekuatan yang tak terduga, ia meronta dari cengkeraman Devan, mendorong pria gila itu hingga terhuyung ke belakang, lalu berdiri tegak di tengah-tengah mereka. Tubuhnya gemetar bukan karena takut, tapi karena adrenalin kekuasaan yang baru saja ia ambil alih. "Kalian
Read More