Share

Bab 51

Author: yourayas
last update publish date: 2026-05-01 19:54:27

Pesta malam itu baru hening saat waktu menunjukkan pukul tiga pagi. Seraphine menyeret langkahnya dengan sisa-sisa tenaga yang ia punya. Kepalanya terasa mulai berdenyut sekaligus berat—efek dari beberapa gelas wine vintage dan obrolan tanpa henti bersama sahabat-sahabatnya.

Sesuai perintah Samudera, area lantai atas, terutama kamar tidur utama mereka, adalah zona terlarang bagi siapa pun. Seraphine sudah memastikan Bianca dan yang lainnya terlelap di kamar tamu yang luas, berselimut hangat set
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 110

    Setelah liburan yang sangat singkat tapi memiliki banyak kenangan indah di Bali selesai. Malam itu, di rumah mereka yang berada di Jakarta Selatan, Seraphine duduk di walk in closet kamar mereka. Mengenakan piyama silk panjang berwarna navy elegan sambil membawa sebuah iPad di tangan kirinya.Di depannya, satu koper rimowa berukuran besar dalam keadaan terbuka lebar. Dahi Seraphine sedikit berkerut, matanya bergerak lincah menelusuri daftar barang bawaan sambil sesekali tangannya yang bebas memindahkan dan merapikan lipatan baju di dalam koper.“Jaket tebal satu, coat panjang satu. Kaos kaki hitam sama putih total ada delapan pasang,” gumam Seraphine pelan, jarinya men-ceklist layar iPad. “Obat-obatan pribadi kamu udah aku masukin ke pouch hitam. Paspor, dompet, sama dokumen penerbangan ada di tas tangan kamu. Sam, charger cadangan sama powerbank udah kamu masukin belum?”Hening. Tidak ada jawaban.Seraphine menghela napas, mengangkat kepalanya dan menoleh ke belakang. Di sana, bersan

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 109

    "Terus gimana jalan-jalannya? Seneng kan bisa quality time sama anak-anak Inner Circle?"Mendengar pertanyaan itu, wajah Seraphine mendadak berubah sedikit pias. Ia teringat kejadian sore tadi. Tangan kanannya secara refleks bergerak ke arah pinggang belakangnya, meremas pelan area panggulnya sendiri."Seneng sih... tapi pas di butik ketiga, tiba-tiba apes," keluh Seraphine dengan bibir sedikit mengerucut.Alis Samudera langsung bertaut. "Apes kenapa?""Tadi pas lagi asik milih-milih baju, mendadak pinggang aku keram banget, Sam. Ngilunya nyetrum sampai ke paha bagian dalam. Sakit banget sampai aku gak bisa jalan dan harus duduk di sofa butik lumayan lama. Untung anak-anak gak nanya yang aneh-aneh," gerutu Seraphine.Mendengar itu, raut wajah Samudera seketika berubah seratus delapan puluh derajat. "Tuh kan! Apa aku bilang, Sera!" suara Samudera meninggi satu oktaf, rahangnya sedikit mengeras menahan panik. "Tadi pagi aku udah larang kamu ikut mereka jalan-jalan! Badan kamu itu belum

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 108

    Malam sudah semakin larut di Kawasan Uluwatu. Seraphine duduk bersandar di kepala ranjang yang empuk. Kakinya yang jenjang diselonjorkan ke depan, tertutup separuh oleh selimut tebal bernuansa putih bersih. Ia baru saja mengoleskan pelembap di kedua tangannya. Pakaian tidurnya malam ini hanya berupa slip dress berbahan sutra lembut berwarna champagne yang jatuh pas di tubuhnya.Jam di atas nakas sudah menunjukkan pukul sepuluh malam sebelum keheningan itu dipecahkan oleh suara kenop pintu yang diputar. Sosok Samudera melangkah masuk ke dalam kamar, wajahnya tampak sedikit kelelahan.Begitu netra gelapnya menangkap sosok Seraphine di atas ranjang, gurat kelelahan di wajah tampan pria itu seakan menguap begitu saja. Sebuah senyum tipis terukir di bibirnya."Belum tidur, Sayang?" sapa Samudera dengan suara deep baritone-nya yang khas, melangkah perlahan mendekati sisi ranjang.Seraphine meletakkan botol pelembapnya ke atas nakas, lalu menoleh menatap sang suami. "Belum. Nungguin kamu bal

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 107

    Keheningan yang nyaman itu berlangsung selama sekitar sepuluh menit, sampai akhirnya ketenangan mereka terganggu oleh suara getaran konstan yang nyaring dari atas meja nakas.Bzzzz... Bzzzz... Bzzzz...Seraphine menghela napas berat, merasa terganggu karena momen manjanya terusik. Dengan malas, ia mengulurkan tangan kanannya dari balik selimut, meraih ponsel pintarnya yang terus bergetar menampilkan nama 'Valerie Aureliana Hartono' di layarnya."Siapa pagi-pagi udah berisik banget?" tanya Samudera, matanya ikut melirik ke arah layar ponsel istrinya."Valerie," jawab Seraphine singkat. Ia menggeser layar ponselnya, membuka aplikasi pesan singkat yang ternyata sudah dipenuhi oleh puluhan notifikasi dari grup obrolan 'The Inner Circle' mereka.Valerie Aureliana Hartono: SERA!!!! BANGUN WOY!!!Valerie Aureliana Hartono: Gila ya ini anak jam segini belum muncul juga di grup. Pasti masih tepar gara-gara digempur Lider Semalam wkwkwk 🤪Valerie Aureliana Hartono: Ayo keluar jalan-jalan! Gabu

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 106

    Sinar matahari pagi Uluwati perlahan menerobos masuk melalui celah-celah gorden sutra tipis di Vila Cempaka, membangunkan Seraphine yang mulai merasakan pegal yang luar biasa menjalar di sepanjang pinggang, panggul, hingga paha bagian dalamnya.Seraphine menghela napas panjang, berniat membalikkan badannya untuk mencari kehangatan di dada suaminya. Namun, begitu tangannya meraba sisi ranjang di sebelahnya, ia hanya menemukan kekosongan. Kasur di sampingnya sudah mendingin."Sam...?" gumam Seraphine dengan suara yang teramat serak.Ia mengerjapkan mata beberapa kali, mencoba mengumpulkan fokus pandangannya. Begitu kepalanya menoleh ke arah sofa panjang di dekat jendela besar yang menghadap langsung ke laut, sudut bibir Seraphine secara otomatis melengkung membentuk senyuman tipis.Di sana, suaminya sudah berdiri dengan sangat rapi. Pria itu sedang menyesuaikan letak jam tangan mewah pemberian Seraphine tempo hari di pergelangan tangan kirinya. Pagi ini, Samudera terlihat sangat tampan

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 105

    Setelah memastikan tubuh Seraphine bersih dan wangi aroma lavender, Samudera mematikan air. Ia meraih sebuah handuk putih besar yang tergantung di dinding, lalu membungkus tubuh Seraphine dengan rapat dari batas dada hingga ke paha."Sini," Samudera kembali mengangkat tubuh Seraphine ke dalam gendongannya."Kita langsung tidur kan, Sam? Aku bener-bener udah ngantuk banget, mataku udah berat," ucap Seraphine sambil menyandarkan kepalanya di bahu Samudera, matanya sudah setengah terpejam."Iya, langsung tidur. Tapi sprei di kasur harus diganti dulu, Sayang. Gak mungkin kan kita tidur di atas kasur yang basah kayak gitu?" ujar Samudera saat mereka kembali memasuki kamar tidur.Samudera tidak langsung membawa Seraphine ke atas kasur. Ia melangkah menuju sebuah daybed atau sofa panjang yang terletak di dekat jendela besar yang menghadap langsung ke arah pantai Uluwatu. Ia merebahkan tubuh Seraphine di sana dengan perlahan."Kamu tunggu di sini bentar ya. Aku ganti spreinya dulu. Jangan tid

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 91

    Malam itu, Seraphine berdiri di depan cermin wastafel besar, mengenakan silk robe panjang berwarna midnight blue yang diikat longgar di pinggangnya. Uap hangat masih mengepul perlahan dari permukaan bathub di belakangnya, menyisakan aroma sandalwood dan vanilla yang menguar pekat di udara. Wanita

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 89

    Sinar matahari mulai berubah menjadi warna jingga kemerahan, memantulkan cahayanya di atas infinity pool milik Vila Kenanga—unit sekunder yang khusus disewa oleh Samudera untuk menampung rombongan The Inner Circle.Seraphine duduk dengan anggun di atas daybed anyaman rotan putih. Wanita itu mengena

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 88

    Sore itu, perjalanan ke Bali benar-benar dimulai. Untuk menghindari kepungan kamera paparazzi dan kecurigaan fans yang mungkin muncul, manajemen agensi atas perintah mutlak Samudera mengambil sebuah keputusan. Dua unit jet pribadi mewah diterbangkan sore itu menuju Bandara Ngurah Rai, Bali. Di da

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 86

    Samudera duduk di dalam bak besar itu, memosisikan tubuhnya bersandar pada dinding marmer, lalu menarik tubuh Seraphine untuk duduk di antara kedua kakinya, menyandarkan punggung polos istrinya langsung pada dada bidangnya. Kedua tangan besar Samudera merayap di bawah permukaan air hangat, mengusap

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status