/ Urban / Sentuhan Pembalasan / Bab 125: Kebangkitan Sang Permaisuri

공유

Bab 125: Kebangkitan Sang Permaisuri

작가: Beya
last update 게시일: 2026-04-14 10:05:37

Langit di atas Jakarta tidak lagi sekadar retak; ia tampak seperti kaca yang dihantam godam raksasa, menyisakan lubang-lubang hitam yang memuntahkan ribuan siluet merah ke atmosfer Bumi. Di dalam ruang perlindungan yang kini hancur, Valerie mendekap Arka yang tak

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Sentuhan Pembalasan   Bab 137: Tritunggal Adiwangsa Last Chapter

    Kehampaan di titik nol bergetar hebat saat pilar cahaya emas dari arah Bumi menghantam pusat nebula hitam yang menjadi tubuh Sang Penunggu Awal. Cahaya itu membawa esensi Valerie, sang Katalisator, yang telah mengorbankan stabilitas raganya di Bumi untuk memproyeksikan kehadirannya melintasi jutaan mil ruang angkasa. Pilar itu bukan hanya energi mentah; itu adalah jembatan jiwa yang menghubungkan Arka, Valerie, dan Malakor menjadi satu kesatuan frekuensi yang belum pernah ada dalam sejarah penciptaan. Malakor merasakan aliran kekuatan yang tak terbayangkan masuk ke dalam nadinya. Rasa sakit dari kulitnya yang terkelupas akibat melipat ruang seketika hilang, digantikan oleh sensasi mahakuasa. Di sampingnya, tubuh Arka yang sempat membeku menjadi kristal hitam mulai mencair. Kegelapan Void di dalam diri Arka mendadak menjadi tenang, tunduk pada resonansi Trinity yang dibawa oleh Valerie. Arka bangkit berdiri, napasnya yang berat kini berasap ungu. Ia menatap

  • Sentuhan Pembalasan   Bab 136: Singgasana yang Ditinggalkan

    Ruang laboratorium bawah tanah itu dipenuhi oleh uap dingin dari cairan stasis yang tumpah di lantai. Arka Adiwangsa berdiri dengan raga barunya, merasakan beratnya gravitasi Bumi yang sudah dua dekade tidak ia rasakan. Meskipun ia baru saja kembali ke wujud manusia, aura dominasinya tidak berkurang sedikit pun. Di sampingnya, Valerie sedang menyesuaikan diri dengan detak jantungnya sendiri, tangannya masih menggenggam erat lengan Malakor. Reuni keluarga ini seharusnya menjadi momen penuh haru, namun getaran di bawah telapak kaki mereka menceritakan kisah yang berbeda.Arka menatap Malakor dengan tatapan yang sulit diartikan antara bangga dan waspada. Kau berani mengambil risiko besar dengan menarik kami kembali, Malakor. Kau tahu apa yang terjadi j

  • Sentuhan Pembalasan   Bab 135: Gema di Balik Kesunyian

    Tiga hari adalah waktu yang sangat singkat bagi sebuah peradaban untuk bersiap menghadapi kiamat, namun bagi Malakor Adiwangsa, tiga hari adalah keabadian yang harus ia manfaatkan untuk mengukuhkan kedaulatannya. Di dalam ruang kerja ayahnya yang kini telah ia bersihkan dari sisa sisa energi Lilith, Malakor menatap layar monitor yang menampilkan file Proyek Reinkarnasi Kedua. Data di dalamnya bukan sekadar instruksi biologis, melainkan sebuah algoritma pemindahan kesadaran dimensi tinggi kembali ke dalam materi organik.Arka Adiwangsa ternyata tidak pernah berniat membiarkan Valerie dan dirinya sendiri terjebak di singgasana ketiadaan selamanya. Ia telah membangun jalan pulang, namun harga yang harus dibayar adalah pengorbanan seluruh cadangan energi Void yang

  • Sentuhan Pembalasan   Bab 134: Embrio Kegelapan

    Lift berkecepatan tinggi meluncur turun menuju kedalaman seribu meter di bawah permukaan tanah Jakarta, menuju sebuah sektor yang bahkan tidak tercatat dalam cetak biru resmi Adiwangsa Tech. Sektor itu disebut sebagai Lab Sembilan, sebuah tempat yang dibangun Arka Adiwangsa untuk menyimpan kegagalan kegagalan penciptaan yang terlalu berbahaya untuk dimusnahkan. Di dalam lift yang sempit itu, Malakor berdiri diam, tangannya mengepal erat hingga buku jarinya memutih. Arion berada di sampingnya, mengenakan zirah cadangan yang masih dialiri energi perak, meski napasnya masih terasa berat akibat luka sebelumnya. Tuan Muda, jika apa yang dikatakan Gerry benar, Lilith tidak hanya ingin membangkitkan monster biasa, ucap Arion. Dia mencari raga. Sebuah wadah

  • Sentuhan Pembalasan   Bab 133: Cermin Retak Sang Permaisuri

    Kemenangan atas Galactic Collectors seharusnya membawa ketenangan bagi penduduk Bumi, namun bagi Malakor Adiwangsa, aroma kemenangan itu terasa amis oleh firasat buruk. Setelah serangan di atmosfer berakhir, Malakor kembali ke kantor pribadi ayahnya di puncak gedung Adiwangsa Tech. Ruangan itu telah disegel selama dua puluh tahun, hanya bisa dibuka oleh seseorang yang memiliki frekuensi biologis yang identik dengan sang pemilik asli.Begitu pintu geser logam itu terbuka, Malakor merasakan tekanan udara yang aneh. Suhu di dalam ruangan sangat dingin, namun bukan dinginnya es Himalaya, melainkan dingin yang hampa, seolah-olah oksigen di tempat itu telah dihisap oleh sesuatu yang tidak terlihat. Arion, yang selalu waspada di belakang Malakor, segera menghunus ped

  • Sentuhan Pembalasan   Bab 132: Kolektor Galaksi dan Fajar Baru

    Pesawat siluman yang membawa Malakor dan Arion meninggalkan puncak Himalaya yang membeku, meluncur menembus awan tebal menuju markas besar Adiwangsa Tech di Jakarta. Namun, pemandangan dari jendela kokpit tidak lagi menampilkan langit biru yang jernih. Di atas atmosfer, bintik bintik perak raksasa mulai terlihat melalui sensor optik pesawat. Itu bukan satelit, dan bukan pula sampah luar angkasa. Itu adalah armada kapal induk milik Galactic Collectors, entitas pengumpul sumber daya yang telah mengincar Bumi sejak jatuhnya para Arsitek.Malakor menatap layar hologram yang menampilkan analisis data dari Gerry. Kapal kapal itu memiliki panjang ribuan kilometer, ditenagai oleh mesin penghisap inti planet. Mereka tidak datang untuk menjajah atau berkomunikasi; merek

  • Sentuhan Pembalasan   Bab 117: Pertarungan Dua Permaisuri

    Ruang hampa di sekitar The Cradle of Malakor tidak lagi sunyi. Ia bergetar oleh frekuensi kebencian yang dipancarkan oleh Lilith, sang Katalisator Gagal. Di luar palka jet yang terbuka, Arka Adiwangsa melesat seperti kilat hitam, menebas kapal-kapal pencegat The Sovereigns dengan pedang entropinya.

  • Sentuhan Pembalasan   Bab 116: Pelarian Menuju Bintang

    Raungan sirine polisi dan helikopter militer membelah kesunyian malam Jakarta yang baru saja diguncang ledakan cahaya kosmik. Di lantai 99 gedung Adiwangsa Tech, debu dari kaca yang hancur masih melayang di udara, berkilauan seperti salju hitam di bawah lampu darurat yang berkedip merah. Arka Adiwa

  • Sentuhan Pembalasan   Bab 115: Kedatangan Sang Pemburu

    Lantai 99 gedung Adiwangsa Tech tenggelam dalam kesunyian yang ganjil. Cahaya dari peta bintang yang dilukis Valerie di atas kanvas perlahan meredup, menyisakan pendaran ungu tipis yang memantul di bola mata Arka. Arka masih berlutut di samping tempat tidur, jemarinya menggenggam tangan Vale

  • Sentuhan Pembalasan   Bab 10: Darah di Dermaga Sembilan

    Suara tembakan kedua memecah keheningan fajar, menghantam kontainer besi tepat di atas kepala Arka dan Valerie dengan dentingan nyaring yang memekakkan telinga. Arka mengerang, napasnya memburu saat ia menarik Valerie lebih dalam ke balik peti kayu yang sempit. Darah segar merembes cepat dari sela

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status