"V-Vaelor..." Mata Aderyn membola, mendapati Vaelor sudah berdiri di hadapannya. Ia sontak merapatkan pelukan pada Caelan. "Lord-Vaelor," koreksi laki-laki itu dengan penuh penekanan. Iris abu-abu gelapnya menatap dingin pada Aderyn. Kakinya melangkah maju, sedang Aderyn terus saja memundurkan langkah hingga punggungnya membentur pohon besar yang ada di belakangnya. "Apa yang sedang kau lakukan di sini, Nona Aderyn? atau... haruskah sekarang aku memanggilmu Lady Aderyn?" Nada suaranya dingin, cukup untuk membuat Aderyn membeku. "Vaelor," Aderyn menelan ludah, dan dengan cepat meralat ucapannya. "maksudku, Lord Vaelor..." "Kini kau punya hobi menguping pembicaraan orang lain, huh?" "Tidak, bukan seperti itu!" Sudut bibir Vaelor terangkat. Tapi sekarang dia sedang tidak tersenyum, melainkan menyeringai kecil. "Tak kusangka, ternyata kau tidak sepolos kelihatannya Aderyn." Dahi Aderyn berkerut, mencoba memahami apa yang sedang Vaelor berusaha ucapkan. Aderyn meli
Last Updated : 2026-04-18 Read more