Joana?Begitu dengar namanya, mata Yusin langsung berbinar.Sejak awal, kesannya terhadap Joana memang selalu baik.“Cepat, suruh dia masuk!”Manajer itu langsung menghela napas lega. Untung saja wanita itu benar-benar adik ipar Yusin. Kalau wanita itu sampai berani nipu, dia pasti juga akan ikut celaka.Di seluruh klub ini, ruang VIP inilah yang paling nggak boleh disinggung. Para pria di dalamnya, semuanya berkuasa dan berpengaruh.“Asistenmu datang.” Yusin melirik ke arah Surya di sampingnya, berkata dengan nada penuh minat.Awalnya, saat dengar Joana datang, hati Surya sempat diliputi sedikit rasa senang. Namun begitu sadar, wanita itu datang untuk temui Yusin, bukan dirinya, perasaan nggak nyaman langsung penuhi wajahnya. Ekspresinya seketika langsung berubah muram.Nggak lama kemudian, Joana masuk ke dalam ruang VIP itu, dipandu oleh manajer. Hampir dalam sekejap setelah Joana muncul, Surya sudah menangkap sosoknya. Tatapan mata hitamnya yang tajam langsung mengunci diri Joana, k
Read more