Hatinya terasa sedikit perih, tapi Joana paksa dirinya untuk nggak peduli. Namun ketika teringat kemarin pria itu masih minta dia untuk cerai dan bersamanya, tapi hari ini sudah terima pelukan wanita lain, perasaan sesak itu tetap ganggu hatinya.Joana langsung jalan menuju kamar kecil. Berdiri di depan wastafel, menatap bayangan dirinya yang tampak bimbang, dia tiba-tiba merasa geli.Apa yang sebenarnya dia pedulikan? Bukannya itu idenya sendiri agar Fiona datang ke kantor direktur hari ini? Kalau bukan Fiona, akan ada Mona, atau Kiana …Gimanapun, wanita yang bisa bersama Surya secara terang-terangan, nggak mungkin dirinya. Bukannya sejak awal dia sudah paham hal itu, sehingga tolak jadi wanita pria itu?Joana cuma setuju untuk “balas” satu malam itu, setelah itu, mereka nggak saling utang lagi. Joana buka keran, tampung air dingin, lalu basuh wajahnya berulang kali, coba tenangkan diri.Yah, dia memang harus lebih sadar. Setidaknya, dia harus benar-benar pahami batas hubungan antara
Read more