LOGINPunya kesadaran diri adalah hal yang langka. Terlebih bagi wanita seperti Joana yang punya kecantikan, kemampuan, dan modal untuk bersaing. Namun tetap tahu kapan harus maju dan kapan harus mundur, tahu batasan dan posisi dirinya, itu jauh lebih berharga lagi.Joana tersenyum getir.“Aku hanya nggak punya pilihan selain terima kenyataan.”Siapa pun yang ada di posisinya, pasti akan ambil keputusan yang sama.Fiona gelengkan kepala pelan.“Kalau aku yang ada di posisimu, mungkin aku nggak akan bisa.”Jika dia yang jadi pacarnya Surya, mustahil dia bisa diam saja lihat pria itu nikahi wanita lain tanpa lakukan apa-apa.Joana menunduk sedikit.“Situasi setiap orang berbeda. Jadi keputusan yang diambil juga pasti berbeda.”Kalau dirinya seperti Fiona, putri sah keluarga kaya raya, sosialita nomor satu, tentu dia nggak akan rela serahkan kekasihnya begitu saja. Namun dia bukan. Joana hanyalah anak haram yang keberadaannya nggak pernah benar-benar diakui. Dengan apa Joana bisa pertahankan or
“Siapa yang cemburu?”Joana refleks bantah sambil palingkan wajahnya, “Aku sama sekali nggak cemburu kok!”“Beneran?”Surya sipitkan matanya, menatap Joana dengan penuh selidik. Joana paksakan dirinya tetap tenang lalu mengangguk.“Mm.”Tiba-tiba Surya datang mendekat dan duduk di sampingnya. Pria itu angkat dagunya perlahan, lalu menatapnya dari jarak yang begitu dekat.“Tapi kenapa aku merasa ada orang yang hampir tumpahkan aura cemburunya?” godanya sambil tersenyum. Sorot mata hitamnya dipenuhi rasa geli.Wajah Joana langsung memerah. Ada rasa malu karena perasaannya seperti baru saja dibongkar terang-terangan.Surya goyang pelan dagunya, lalu tertawa lirih.“Mulutmu bilang nggak, tapi hatimu bilang sebaliknya.”Joana spontan membela diri, “Aku nggak gitu kok?”Tatapan Surya makin dalam.“Kenapa nggak berani ngaku kalau kamu cemburu?”Apa memang sesulit itu ngaku kalau Joana memang peduli ke dia?Tatapan Joana mulai goyah. Kadang dirinya sendiri nggak tahu gimana harus hadapi perasa
Semua orang punya pemikiran yang sama dengannya, pria sesempurna Surya nggak mungkin benar-benar perhatikan seorang wanita sedetail itu, apalagi kenal dia sedalam itu. Kalaupun bersama dengan dia, paling cuma sekadar bermain-main. Namun reaksi Surya benar-benar di luar dugaan semua orang.Apa Surya beneran peduli ke dia? Atau semua ini cuma sandiwara?Pertanyaan itu terus berputar di kepala Joana. Beban di hatinya buat pikiran Joana melayang-layang, nggak tenang.Keluar dari toilet, Joana jalan kembali menyusuri lorong restoran. Saat hendak kembali ke tempat duduk mereka, langkahnya mendadak terhenti. Di meja mereka sekarang ada dua wanita lain. Entah mereka dua wanita yang tadi diam-diam bergosip di toilet atau bukan.Yang satu berambut ikal bergelombang besar, kenakan gaun berpotongan rendah, tampak seksi dan menggoda. Yang satunya lagi berambut hitam lurus panjang, berpakaian anggun dan elegan, pancarkan aura polos nan lembut. Dua tipe wanita yang sangat berbeda. Namun keduanya sama
Ternyata Surya kembali jawab dengan benar. Seolah-olah pria itu benar-benar tahu seluruh kesukaan Joana sampai ke detail terkecil. Setelah itu, pembawa acara terus lontarkan beberapa pertanyaan lainnya. Dan luar biasanya, Surya berhasil jawab semuanya dengan benar. Beberapa ronde berlalu, dan mereka berdua tentu saja jadi peraih nilai tertinggi.Pembawa acara kasih hadiah kenang-kenangan untuk pasangan terbaik. Sepasang gantungan kunci, lengkap dengan camilan khas buatan restoran itu.“Gantungan kunci ini model pasangan, ya. Kalian bisa masukkan foto pasangan ke dalamnya dan bawa ke mana pun!” jelas sang pembawa acara sambil tersenyum.“Ayo, aku bantu foto kalian sekarang.”Joana baru saja ingin tolak. Namun seorang pegawai sudah keburu bawa kamera polaroid, dan pembawa acara langsung ambil foto mereka di tempat. Nggak lama kemudian, hasil fotonya keluar. Pelayan itu dengan antusias ambil gunting kecil, lalu masukkan potongan foto ke dalam gantungan kunci. Masing-masing dapat satu. Joa
Namun meski marah, Denina nggak bisa berbuat apa-apa. Gimanapun juga, sekarang Joana sudah punya orang-orang kuat yang lindungi dia. Denina nggak bisa lagi sentuh gadis itu sesuka hati. Tapi Denina juga dengar kabar kalau sebentar lagi Keluarga Setiawan akan jalin hubungan pernikahan dengan Keluarga Jacinda.Sementara Fajar juga cepat atau lambat pasti akan nikahi wanita yang setara dengan status keluarganya. Saat hari itu tiba, keduanya nggak akan punya hubungan apa pun lagi dengan Joana. Dan saat itulah, dia baru akan bergerak hancurkan gadis itu.…Joana sebenarnya berniat untuk nggak temui Surya selama beberapa waktu. Gimanapun juga, hubungan mereka baru saja resmi dimulai, dan mereka sudah tidur bersama dua kali. Joana ingin kasih jarak sejenak agar masing-masing bisa tenangkan diri. Sekaligus kasih dirinya sendiri waktu untuk benar-benar istirahat. Namun siapa sangka, begitu jam pulang kerja tiba, Surya justru datang jemput dia.Joana masuk ke mobil mewahnya, Joana kira pria itu
Saat tiba di kantor Keluarga Widodo, Joana langsung dengar kabar kalau Diana akan dipindahkan untuk kerja di cabang luar negeri. Berita itu buat seluruh karyawan Grup Widodo gempar dan mulai bergosip tanpa henti. Semua orang bilang Wayne sengaja buang putri sulungnya jauh dari pusat kekuasaan keluarga. Begitu Diana pergi ke luar negeri, itu sama saja dengan dirinya tersingkir dari lingkar inti Keluarga Widodo. Dan setelah itu, hampir mustahil bagi Diana untuk kembali bersaing perebutkan hak waris perusahaan. Begitu Denina, istri sah ayahnya dengar kabar tersebut, hari itu juga dia langsung datang ke Grup Widodo.Di ruang kantor direktur utama, dia bertengkar hebat dengan Wayne.“Wayne, jangan lupa kalau aku juga punya saham di Grup Widodo! Gimana bisa kamu perlakukan putri kandung kita satu-satunya seperti ini? Pindahkan Diana ke luar negeri sesuka hati tanpa diskusi lebih dulu dengan aku? Aku nggak akan tinggal diam!”Nada suara Denina dipenuhi amarah. Tatapannya kepada Wayne penuh de
Kelopak mata Joana berkedut pelan.Surya, beneran mau langsung angkat dia jadi asisten presiden direktur? Jangan-jangan ini cuma cara halus untuk jatuhkan dia?“Aku belum pernah kerja sebagai asisten. Aku khawatir nggak mampu jalankan tugas itu .…” Refleks pertamanya adalah menolak.Saat ini kepalan
Wajah cantik Joana seketika langsung membeku.Fajar lihat kilasan kecewa yang melintas di dasar matanya. Namun bibir tipisnya tetap bergerak dingin. “Maaf. Aku sudah bilang berkali-kali, aku punya gangguan OCD.”“Ta-tapi, Suamiku … aku .…” Joana bicara tergesa.Ia sudah sakit. Ia sangat butuh seoran
Joana keluar dari ruang periksa, ambil obatnya, lalu bergegas tinggalkan rumah sakit.Setiap kali ingat adegan barusan, gimana seorang dokter pria perintahkan dia lepas celana dan periksa dia, wajahnya langsung memerah tanpa bisa dicegah.Jika sampai tersebar, ia benar-benar nggak akan berani ketemu
“Lepas dulu, lalu berbaring!”Suara pria yang rendah dan dingin itu menggema di ruangan.Jantung Joana Widodo berdegup keras. Ia sendiri nggak tahu sejak kapan dirinya mengidap penyakit memalukan yang sulit dijelaskan itu. Setiap kali kambuh, hasratnya datang begitu kuat, nggak kenal waktu dan tempa







